Arti Kata "menabur bijan ke tasik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "menabur bijan ke tasik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

menabur bijan ke tasik

Peribahasa sia-sia saja (seperti berbuat kebaikan kepada orang yang tidak tahu membalas budi)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "menabur bijan ke tasik"

📝 Contoh Penggunaan kata "menabur bijan ke tasik" dalam Kalimat

1.menabur bijan ke tasik tidak akan ada kejadian.
2.Pada saat musim hujan, saya hanya menabur bijan ke tasik, lalu melihat air hujan menambahkan keindahan alam.
3.Bapak menabur bijan ke tasik, tetapi tidak pernah menunggu hasilnya.
4.Pada sebuah pertemuan antarpemimpin, mereka saling menabur bijan ke tasik dengan janji yang tidak pernah diwujudkan.
5.Saya melihat bapak menabur bijan ke tasik, tapi tidak pernah menanyakan pada cucunya tentang manfaatnya.

📚 Artikel terkait kata "menabur bijan ke tasik"

Mengenal Kata 'menabur bijan ke tasik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "menabur bijan ke tasik" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "menabur bijan ke tasik" adalah salah satu peribahasa yang populer dalam bahasa Indonesia. Peribahasa ini memiliki makna umum sebagai "sia-sia saja" atau berbuat kebaikan kepada orang yang tidak tahu membalas budi. Konsep ini muncul karena kita sering melihat orang-orang yang dengan penuh semangat menjalankan amal atau berbuat baik kepada orang lain, tetapi tidak pernah mendapatkan balasan yang sama. Peribahasa ini memiliki latar belakang yang menarik. Dalam bahasa Jawa, "bijan" berarti biji-bijian, sedangkan "tasik" berarti danau. Jadi, menabur bijan ke tasik berarti menabur biji-bijian ke danau. Dalam konteks ini, menabur bijan ke tasik berarti berbuat kebaikan kepada orang yang tidak pernah akan mengetahui atau menghargai usaha kita. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "menabur bijan ke tasik" dalam kalimat yang alami: - "Dia menabur bijan ke tasik dengan memberikan hadiah kepada sahabatnya yang tidak pernah mengingatnya." - "Menabur bijan ke tasik adalah hal yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-sehari, terutama ketika kita berbuat baik kepada orang yang tidak pernah akan menghargai." - "Kita tidak boleh menabur bijan ke tasik dalam berusaha meningkatkan kualitas hidup kita, karena itu hanya akan sia-sia saja." Kata "menabur bijan ke tasik" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi di mana kita ingin berbuat baik kepada orang lain, tetapi tidak pernah mendapatkan balasan yang sama. Hal ini dapat membuat kita merasa frustrasi dan kecewa. Dalam budaya Indonesia, peribahasa ini digunakan untuk mengingatkan kita tentang pentingnya berbuat baik dan mengharapkan balasan yang sama. Dengan demikian, kita dapat menggunakan kata "menabur bijan ke tasik" sebagai inspirasi dan motivasi untuk terus berbuat baik dan tidak pernah menyerah dalam menghadapi kesulitan.