Arti Kata "menampun" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "menampun" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

menampun

me·nam·pun v cak minta ampun

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "menampun"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "menampun" dalam Kalimat

1.Dalam pertemuan resmi, pejabat mengucapkan terima kasih menampun bantuan dari para donatur.
2.Ketika sedang berdoa, imam menampun permohonan ampun dari seluruh jemaah.
3.Dalam novel, tokoh utama menampun rasa bersalah atas perbuatan silakan.
4.Siswa diharapkan menampun perintah guru dengan sopan dan hormat.
5.Pada acara pernikahan, pengantin pria menampun rasa syukur atas kehadiran keluarga dan sahabat.

πŸ“š Artikel terkait kata "menampun"

Mengenal Kata 'menampun' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "menampun" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata "menampun" memiliki makna yang kaya dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini berarti "meΒ·namΒ·pun v cak minta ampun" atau memohon ampun. Konteks historisnya terkait dengan tradisi keagamaan dan sosial masyarakat Indonesia, terutama dalam upacara adat dan ritual keagamaan. Dalam beberapa abad lalu, kata "menampun" sering digunakan dalam kalimat-kalimat ritual untuk memohon ampun kepada Tuhan atau nenek moyang.

Penggunaan Kata "menampun" dalam Kalimat

Kata "menampun" masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks keagamaan dan sosial. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata "menampun" dalam kalimat yang alami: - Pada hari raya Idul Fitri, banyak orang yang menampun kepada Tuhan untuk diberikan ampun atas kesalahan yang telah dilakukan. - Dalam upacara pernikahan adat, pasangan suami istri menampun kepada keluarga dan masyarakat untuk diberikan persetujuan dan doa. - Sebelum makan siang, banyak orang yang menampun kepada Tuhan untuk diberikan keberkahan dan kesehatan.

Relevansi Kata "menampun" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "menampun" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks keagamaan dan sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, kata ini telah digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam pidato politik dan upacara pernikahan modern. Bahkan, kata "menampun" telah menjadi simbol keagamaan dan sosial yang kuat dalam masyarakat Indonesia. Dengan demikian, kata "menampun" tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.