Arti Kata "mencungkil kuman dengan alu" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mencungkil kuman dengan alu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mencungkil kuman dengan alu

Peribahasa melakukan pekerjaan yang sia-sia

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mencungkil kuman dengan alu"

📝 Contoh Penggunaan kata "mencungkil kuman dengan alu" dalam Kalimat

1.Dalam kesempatan formal, saya tidak bisa lagi mencungkil kuman dengan alu dalam proyek ini, karena kurangnya sumber daya.
2.Sekarang saya tidak ingin mencungkil kuman dengan alu dalam hidup ini, karena saya tahu itu sia-sia.
3.Pengajar tersebut seringkali mencungkil kuman dengan alu pada muridnya, membuat mereka merasa malu.
4.Dalam kisah itu, sang pahlawan mencungkil kuman dengan alu untuk menguji keberanian dirinya.
5.Pemimpin politik itu hanya mencungkil kuman dengan alu dan menghabiskan banyak biaya negara.

📚 Artikel terkait kata "mencungkil kuman dengan alu"

Mengenal Kata 'mencungkil kuman dengan alu' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mencungkil Kuman dengan Alu" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "mencungkil kuman dengan alu" adalah salah satu peribahasa yang populer di Indonesia. Makna umum dari kata ini adalah melakukan pekerjaan yang sia-sia atau tidak bermanfaat. Sejarahnya, kata ini muncul ketika orang-orang masih menggunakan alu untuk mencungkil kuman dari kulit sapi atau daging lainnya. Namun, pada akhirnya, pekerjaan tersebut tidak memberikan hasil yang signifikan dan hanya menghabiskan waktu.

Contoh Penggunaan Kata Mencungkil Kuman dengan Alu

Penggunaan kata "mencungkil kuman dengan alu" dapat dilihat dalam berbagai konteks. Misalnya, "Dia mencoba mencungkil kuman dengan alu dari proyeknya yang sudah tidak ada harapan, tetapi ternyata hanya menghabiskan waktu dan biaya." Atau, "Dia tidak perlu mencungkil kuman dengan alu dalam hubungannya, karena dia sudah tahu bahwa tidak ada kesempatan untuk maju." Contoh lainnya, "Dia mencoba mencungkil kuman dengan alu dari ide bisnisnya, tetapi ternyata hanya menimbulkan kerugian."

Relevansi Kata Mencungkil Kuman dengan Alu dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "mencungkil kuman dengan alu" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam banyak kasus, orang-orang melakukan pekerjaan yang sia-sia karena tidak memiliki visi yang jelas atau tidak memiliki kemampuan untuk melihat ke depan. Oleh karena itu, penting untuk menghindari melakukan pekerjaan yang sia-sia dan fokus pada pekerjaan yang bermanfaat dan memberikan hasil. Dengan demikian, kita dapat menghindari "mencungkil kuman dengan alu" dan fokus pada tujuan yang lebih baik.