Arti Kata "mendikai" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mendikai" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mendikai

men·di·kai n semangka; Citrullus vulgaris

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mendikai"

📝 Contoh Penggunaan kata "mendikai" dalam Kalimat

1.Pengusaha memutuskan untuk mendikai semangka di toko kelapa sawitnya.
2.Pengrajin tahu yang menjual di pasar lokal mendikai sayuran segar setiap pagi.
3.Petani kecil di daerah pedesaan mendikai sayuran organik dengan cara alami.
4.Pada masa kolonial, para penguasa Eropa mendikai tanaman sayuran untuk kebutuhan pribadi mereka.
5.Dalam buku kisah petani, sang patah hati mendikai tomat di kebunnya dengan penuh nostalgia.

📚 Artikel terkait kata "mendikai"

Mengenal Kata 'mendikai' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mendikai" - Bunga Buah yang Kaya Nutrisi

Kata "mendikai" seringkali membuat kita teringat dengan buah segar yang menyegarkan. Dalam arti resmi, mendikai adalah nama lain dari semangka, buah yang kaya akan nutrisi dan memiliki rasa manis yang nikmat. Kata ini memiliki sejarah panjang di Indonesia, di mana buah ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Banyak orang yang mengenal kata ini karena memiliki pengalaman menanam atau mengonsumsi buah mendikai. Dalam kehidupan sehari-hari, kata mendikai sering digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Saya pergi ke pasar untuk membeli buah mendikai segar". Atau, "Buah mendikai ini sangat lezat jika dimakan dengan gula". Dengan kata lain, mendikai bukan hanya sebuah nama buah, tetapi juga sebuah simbol kehidupan yang sederhana dan alami. Dalam budaya Indonesia modern, mendikai memiliki relevansi yang cukup besar. Banyak restoran dan warung makan yang menyajikan hidangan yang berbahan dasar mendikai, seperti sambal mendikai atau es mendikai. Selain itu, mendikai juga sering digunakan dalam tradisi dan upacara adat, seperti sebagai hadiah atau sebagai simbol kebersamaan. Dengan demikian, mendikai tidak hanya sebuah buah, tetapi juga sebuah bagian dari kehidupan dan budaya kita.