Arti Kata "mengadukkan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mengadukkan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mengadukkan

meng.a.duk.kan Verba (kata kerja) mengaduk untuk orang lain

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mengadukkan"

📝 Contoh Penggunaan kata "mengadukkan" dalam Kalimat

1.Pemimpin perusahaan mengadukkannya dengan tim manajemen untuk menentukan strategi baru.
2.Dalam kuliah, dosen mengadukannya dengan mahasiswanya untuk memahami konsep ekonomi makro.
3.Ibu rumah tangga mengadukkannya dengan suaminya untuk menyelesaikan masalah keuangan keluarga.
4.Pembaca blog mengadukkannya dengan penulis untuk mengetahui identitas asli penulis.
5.Pengajar mengadukannya dengan siswa untuk memahami konsep matematika dengan lebih baik.

📚 Artikel terkait kata "mengadukkan"

Mengenal Kata 'mengadukkan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mengadukkan" - Menjelaskan Hukum dan Etika dalam Berinteraksi

Kata "mengadukkan" seringkali digunakan dalam konteks hukum dan etika, mengacu pada proses mengaduk atau menyampaikan bukti atau informasi kepada orang lain. Dalam arti resmi, **mengadukkan** adalah verba yang berarti mengaduk untuk orang lain, biasanya dalam konteks hukum atau keputusan pihak berwenang. Sejarahnya, kata ini berkembang dari bahasa Belanda "meedeelen" yang berarti "saling berbagi" atau "saling berkomunikasi". Pada awalnya, kata ini digunakan dalam konteks administratif dan hukum, tetapi sekarang telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang lebih luas. Dalam kehidupan sehari-hari, **mengadukkan** dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Pada sidang pengadilan, hakim **mengadukkan** bukti-bukti yang diperlukan untuk membuat keputusan." Dalam kalimat ini, kata **mengadukkan** berarti menyampaikan bukti-bukti kepada pengadilan untuk dipertimbangkan. Contoh lain, "Pengacara **mengadukkan** argumen-argumen yang kuat untuk membela kliennya." Dalam kalimat ini, kata **mengadukkan** berarti menyampaikan argumen-argumen kepada pengadilan untuk mendukung keputusan yang diinginkan. Dalam budaya Indonesia modern, **mengadukkan** memiliki makna yang lebih luas lagi. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan proses berbagi informasi atau pengalaman antara orang-orang. Misalnya, "Saya **mengadukkan** pengalaman saya dengan teman saya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas." Dalam kalimat ini, kata **mengadukkan** berarti berbagi pengalaman dan wawasan antara orang-orang. Dengan demikian, kata **mengadukkan** memiliki peran penting dalam menjelaskan hukum dan etika dalam berinteraksi di dalam masyarakat.