Arti Kata "rumah kuning" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rumah kuning" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rumah kuning

rumah tempat pelacuran

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rumah kuning"

📝 Contoh Penggunaan kata "rumah kuning" dalam Kalimat

1.rumah kuning itu sudah ada di kota sejak beberapa dekade lalu.
2.Pemerintah harus mengambil tindakan serius untuk menanggulangi rumah kuning di kota ini.
3.Ibu saya pernah tinggal di rumah kuning saat masih muda dan tak berdaya.
4.Dokter memberikan saran kepada pasien untuk tidak mengunjungi rumah kuning, karena bisa menularkan penyakit.
5.Pada abad ke-19, rumah kuning menjadi tempat yang tidak populer di kalangan masyarakat pada umumnya.

📚 Artikel terkait kata "rumah kuning"

Mengenal Kata 'rumah kuning' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Rumah Kuning" - Inspirasi dan Motivasi

Takdir Sejarah

Rumah kuning adalah istilah yang umum digunakan untuk menyebutkan suatu tempat yang berfungsi sebagai pusat pelacuran. Kata ini memiliki asal-usul yang kompleks dan kaya akan sejarah. Pada masa lalu, rumah kuning sering dihubungkan dengan kehidupan malam yang penuh dengan kegaduhan dan kekerasan. Walaupun demikian, ada pula yang melihatnya sebagai tempat bertemunya manusia yang mencari kebebasan dan kesenangan.

Penggunaan dalam Kalimat

Rumah kuning sering kali digunakan dalam konteks yang menunjukkan suatu tempat yang tidak pantas atau tidak sopan. Misalnya, ketika seseorang meminta seseorang yang lain untuk masuk ke rumah kuning, hal itu bisa diartikan bahwa orang yang diminta sedang melakukan aktivitas yang tidak pantas atau tidak sopan. "Dia pergi ke rumah kuning dengan teman-temannya," atau "Dia tidak boleh pergi ke rumah kuning sendirian," adalah contoh-contoh penggunaan kata ini dalam kalimat yang alami.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, rumah kuning masih memiliki relevansi, terutama dalam konteks sosial dan budaya. Banyak orang yang masih menganggap rumah kuning sebagai tempat yang tidak pantas atau tidak sopan. Walaupun demikian, ada juga yang melihatnya sebagai tempat bertemunya manusia yang mencari kebebasan dan kesenangan. Dalam budaya Indonesia modern, rumah kuning masih menjadi topik yang sensitif dan perlu diatur dengan tepat.