Arti Kata "mengelelotkan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mengelelotkan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mengelelotkan

me.nge.le.lot.kan Verba (kata kerja) menjulurkan lidah (untuk mengejek dan sebagainya)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mengelelotkan"

📝 Contoh Penggunaan kata "mengelelotkan" dalam Kalimat

1.Dia mengelelotkan lawan mainnya dengan ejekan yang kasar dan tidak pantas.
2.Siswa itu mengelelotkan rekan sekelasnya karena tidak memahami konsep dasar matematika.
3.Di acara komedi, penampil mengelelotkan penonton dengan lelucon yang lucu dan absurd.
4.Dia mengelelotkan lawan bicaranya dengan argumen yang tidak masuk akal dan tidak beralasan.
5.Sang pelatih mengelelotkan pemainnya karena tidak dapat memanfaatkan peluang yang ada dengan efektif.

📚 Artikel terkait kata "mengelelotkan"

Mengenal Kata 'mengelelotkan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mengelelotkan" - Aktivitas Konyol dan Menghibur

Kata "mengelelotkan" sering digunakan dalam bahasa sehari-hari, tetapi apa sebenarnya maknanya? Kata ini berasal dari kata "elelot" yang berarti lidah, sehingga "mengelelotkan" dapat diartikan sebagai melakukan gerakan menjulurkan lidah. Dalam konteks sosial, "mengelelotkan" biasanya digunakan untuk menggambarkan tindakan mengejek atau menghibur seseorang. Mengelelotkan sering dilakukan dalam situasi santai, seperti saat bermain atau bernyanyi dengan teman-teman. Dalam konteks ini, "mengelelotkan" dapat diartikan sebagai melakukan gerakan menjulurkan lidah untuk mengejek atau menghibur orang lain. Misalnya, "Dia mengelelotkan saya saat saya salah bernyanyi lagu itu" atau "Kita mengelelotkan teman kita dengan membuatnya tertawa". Selain itu, "mengelelotkan" juga dapat digunakan dalam situasi yang lebih formal, seperti dalam konteks budaya atau seni. Misalnya, "Tarian tradisional kita memiliki gerakan mengelelotkan yang unik dan menarik" atau "Penyanyi itu memiliki kemampuan mengelelotkan yang luar biasa dalam menyanyikan lagu yang sulit". Dalam kehidupan sehari-hari, "mengelelotkan" masih digunakan dalam berbagai konteks, terutama dalam situasi santai atau formal. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan konteks "mengelelotkan" agar dapat menggunakan kata ini dengan tepat dan efektif.