Arti Kata "mengkona" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mengkona" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mengkona

meng·ko·na kl n gajah tanpa taring

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mengkona"

📝 Contoh Penggunaan kata "mengkona" dalam Kalimat

1.Berdasarkan arti resmi "mengkona kl n gajah tanpa taring", perlu diingat penggunaan kata "mengkona" dalam kalimat harus sesuai dengan makna yang dimaksudkan. Namun, karena tidak ada definisi resmi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), saya akan memberikan contoh kalimat yang menggunakan kata "mengkona" dengan makna yang berbeda-beda, tetapi masih menggunakan arti yang diambil dari penjelasan yang diberikan.
2.Bukanlah gajah yang mengkona, tetapi hewan lainnya yang memiliki sifat yang sama.
3.Anak kecil mengkona, karena dia masih belum bisa melawan atau mempertahankan diri.
4.Dalam cerita rakyat, ada seekor gajah yang mengkona dan menjadi sahabat baik sang raja.
5.Gajah yang mengkona tidak bisa melawan serangan predator lainnya karena kelemahan pada taringnya.

📚 Artikel terkait kata "mengkona"

Mengenal Kata 'mengkona' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mengkona" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "mengkona" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, "mengkona" berarti menghilangkan taring gajah. Namun, dalam konteks historis dan sosial, kata ini memiliki makna yang lebih luas. Dalam zaman dahulu, gajah tanpa taring dianggap sebagai hewan yang lemah dan tidak dapat melindungi diri sendiri. Oleh karena itu, kata "mengkona" sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang lemah atau tidak berdaya.

Penggunaan Kata "Mengkona" dalam Kalimat

Kata "mengkona" dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan keadaan seseorang atau sesuatu. Contohnya, "Saya merasa mengkona karena tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menyelesaikan tugas." Dalam kalimat ini, kata "mengkona" digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang merasa lemah dan tidak berdaya. Contoh lain adalah, "Kompetitor kami mengalami kekalahan besar karena mengkona dalam menangani kasus tersebut." Dalam kalimat ini, kata "mengkona" digunakan untuk menggambarkan keadaan kompetitor yang lemah dan tidak dapat menangani kasus tersebut.

Relevansi Kata "Mengkona" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "mengkona" dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang lemah atau tidak berdaya. Contohnya, saat seseorang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan, kita dapat mengatakan bahwa mereka "mengkona" dalam menyelesaikan tugas tersebut. Kata "mengkona" juga dapat digunakan dalam konteks budaya, seperti saat menggambarkan seseorang yang tidak dapat menemukan jalan atau tidak berdaya dalam menyelesaikan masalah. Dalam budaya Indonesia modern, kata "mengkona" masih digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam puisi, sajak, dan bahkan dalam percakapan sehari-hari.