Arti Kata "menyucihamakan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "menyucihamakan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

menyucihamakan

me.nyu.ci.ha.ma.kan Verba (kata kerja) menjadikan suci hama; mensterilkan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "menyucihamakan"

📝 Contoh Penggunaan kata "menyucihamakan" dalam Kalimat

1.Pemerintah memutuskan untuk menyucihamakan daerah yang terdampak banjir untuk membantu warga kembali ke kehidupan normal.
2.Dalam upacara peresmian rumah sakit baru, dokter menyucihamakan ruangan untuk mensterilkan semua alat medis.
3.Setelah kecelakaan, pabrik harus menyucihamakan area kerja untuk memastikan keselamatan karyawan.
4.Seorang dokter yang terkenal dengan keahlian operasinya, seringkali menyucihamakan ruangan sebelum menjalankan operasi.
5.Pengurus masjid memutuskan untuk menyucihamakan tempat ibadah setelah ditemukannya kebocoran yang mengancam kebersihan.

📚 Artikel terkait kata "menyucihamakan"

Mengenal Kata 'menyucihamakan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "menyucihamakan" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "menyucihamakan" mungkin masih asing di telinga banyak orang. Namun, makna dan konteksnya cukup menarik serta memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam arti resmi, **menyucihamakan** adalah kata kerja yang menjadikan suci hama; mensterilkan. Meskipun tidak banyak orang yang menggunakan kata ini secara langsung, namun konsepnya cukup umum diterapkan dalam kehidupan beragama dan tradisi masyarakat Indonesia. **Menyucihamakan** biasanya dilakukan sebagai upaya untuk membersihkan kotoran atau makhluk yang dianggap berbahaya dari suatu tempat atau benda. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menggunakan obat-obatan alami atau ritual tertentu. Contoh penggunaan kata **menyucihamakan** dalam kalimat alami adalah: "Pada hari raya Idul Fitri, umat Islam biasanya melakukan upacara **menyucihamakan** rumah dan lingkungan sekitar untuk membersihkan diri dari kotoran dan dosa." Atau, "Pada musim hujan, petani sering melakukan **menyucihamakan** sawah untuk menghilangkan hama dan kotoran yang dapat merusak tanaman." Dalam kehidupan sehari-hari, kata **menyucihamakan** memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, dalam industri pertanian, **menyucihamakan** sawah adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas tanaman dan hasil panen. Selain itu, dalam kegiatan beragama, **menyucihamakan** tempat ibadah adalah bentuk penghormatan dan perawatan terhadap tempat suci. Dengan demikian, kata **menyucihamakan** bukan hanya memiliki makna teknis, tetapi juga memiliki implikasi yang luas dalam kehidupan sehari-hari.