Arti Kata "meratah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "meratah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

meratah

me.ra.tah Verba (kata kerja) makan lauk saja (tidak dengan nasi)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "meratah"

📝 Contoh Penggunaan kata "meratah" dalam Kalimat

1.Keluarga kami meratah sayur lodeh dan gudeg di hari Minggu itu.
2.Anak-anak sekolah sering meratah nasi goreng dan bakso setelah sekolah.
3.Dalam budaya Jawa, meratah seringkali dianggap sebagai makanan yang sederhana tetapi lezat.
4.Mahasiswa biasanya meratah mie goreng dan bakso di kantin kampus karena biaya yang terjangkau.
5.Di restoran padang, menu meratah yang disajikan adalah sate dan gado-gado.

📚 Artikel terkait kata "meratah"

Mengenal Kata 'meratah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "meratah" dalam Bahasa Indonesia

Kata "meratah" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama dalam konteks makan. Namun, ada yang perlu diketahui bahwa kata ini memiliki arti yang lebih luas dan kompleks di dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata "meratah" berarti **makan lauk saja (tidak dengan nasi)**. Dalam konteks sejarah dan sosial, kata "meratah" mungkin berakar dari perilaku masyarakat tradisional Indonesia yang makan lauk tanpa nasi, terutama dalam kegiatan-kegiatan seperti acara adat atau upacara. Dalam jaman dulu, makan lauk tanpa nasi bukanlah hal yang aneh atau tidak biasa. Bahkan, ada beberapa makanan tradisional Indonesia yang lebih nikmat jika dimakan tanpa nasi.

Contoh Penggunaan Kata "meratah" dalam Kalimat

Kata "meratah" dapat digunakan dalam beberapa kalimat yang alami, seperti: - "Saya meratah sate dan kacang rebus karena tidak memiliki nasi." - "Dia meratah lauk goreng dengan sayur asem." - "Kami hanya meratah makanan ringan sebelum berangkat ke acara."

Relevansi Kata "meratah" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "meratah" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari kita. Dalam beberapa kesempatan, seperti makan di warung atau mencicipi makanan ringan, kita masih menggunakan kata "meratah" untuk menggambarkan kebiasaan makan lauk tanpa nasi. Selain itu, kata "meratah" juga dapat digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk memberikan gambaran atau deskripsi tentang aktivitas makan.