Arti Kata "mogok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mogok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mogok

mo·gok v 1 tidak dapat berjalan (bekerja) sebagaimana biasanya (tt kendaraan): mobil yg -- di tengah jalan akan diderek; 2 tidak mau bekerja (berbuat) sebagaimana biasanya (tt orang): pekerja pelabuhan serentak --;
-- duduk mogok dng tidak meninggalkan tempat bekerja dsb; -- kerja mogok dng menghentikan kegiatan, pekerjaan krn adanya tuntutan yg tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan atau tempat bekerja; -- makan tidak mau makan (sbg protes dsb);
pe·mo·gok n orang yg mogok;
pe·mo·gok·an n proses, cara, perbuatan mogok: - buruh dilakukan dl upaya menuntut kenaikan gaji

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mogok"

📝 Contoh Penggunaan kata "mogok" dalam Kalimat

1.Kereta bawah tanah mogok di beberapa stasiun karena masalah teknis.
2.Buruh pelabuhan melakukan mogok kerja untuk menuntut perbaikan gaji dan fasilitas.
3.Mobil saya mogok di tengah jalan karena baterai habis.
4.Pekerja pabrik mogok untuk menunjukkan protes terhadap kebijakan perusahaan.
5.Upaya mogok kerja yang dilakukan oleh buruh berhasil meraih perhatian masyarakat dan pemerintah.

📚 Artikel terkait kata "mogok"

Mengenal Kata 'mogok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mogok" - Perlawanan yang Tegas

Kata "mogok" seringkali dikaitkan dengan perlawanan tegas terhadap suatu keadaan atau sistem yang tidak adil. Dalam konteks sejarah, **mogok** pertama kali digunakan sebagai taktik perlawanan buruh melawan pihak perusahaan atau pemerintah yang tidak memenuhi hak-hak mereka. **Mogok** ini sebenarnya merupakan cara untuk menuntut perubahan dan keadilan. Dalam kehidupan sehari-hari, **mogok** bukan hanya dilakukan oleh buruh, tapi juga oleh masyarakat umum. Misalnya, seorang pekerja pelabuhan mogok karena tidak puas dengan upah yang rendah, atau seorang ibu mogok makan sebagai bentuk protes terhadap kualitas makanan yang tidak memenuhi standar. Dalam konteks seperti ini, **mogok** menjadi cara untuk menunjukkan kekecewaan dan keinginan untuk perubahan. Bahkan dalam budaya Indonesia modern, **mogok** telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Misalnya, seorang pengusaha mogok makan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang tidak mendukung usaha kecil-kecilan. Atau, seorang aktivis mogok berdemonstrasi untuk menuntut keadilan dan perubahan sosial. Dalam konteks seperti ini, **mogok** menjadi cara untuk menunjukkan keberanian dan komitmen terhadap hak-hak dan keadilan.