Arti Kata "mongoloid" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mongoloid" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mongoloid

1mo·ngo·lo·id a berhubungan dng karakteristik yg dimiliki oleh orang-orang ras Mongol

2mo·ngo·lo·id n Dok penyakit bawaan dng gejala kepala kecil, mata sipit miring ke atas samping, lidah tebal, dan retardasi mental; mongolisme; sindrom Down; facies mongoloides

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mongoloid"

📝 Contoh Penggunaan kata "mongoloid" dalam Kalimat

1.Dalam konteks ilmiah, ras mongoloid memiliki ciri-ciri fisik tertentu.
2.Pada abad ke-19, konsep ras mongoloid digunakan dalam teori ras untuk mengklasifikasikan manusia.
3.Dalam bidang antropologi, ras mongoloid adalah salah satu ras yang paling beragam.
4.Pengklasifikasian ras mongoloid telah menjadi bahan diskusi dalam ilmu pengetahuan.
5.Ras mongoloid memiliki distribusi geografis yang luas di Asia dan Amerika.

📚 Artikel terkait kata "mongoloid"

Mengenal Kata 'mongoloid' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mongoloid" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "mongoloid" sering kali dikaitkan dengan ras Mongol, suku bangsa yang pernah menjelajahi dan menguasai sebagian besar Asia dan Eropa pada abad ke-13. Dalam arti resmi, mongoloid berhubungan dengan karakteristik yang dimiliki oleh orang-orang ras Mongol, termasuk fisik, bahasa, dan adat istiadat mereka. Namun, perlu diingat bahwa istilah ini telah menjadi kontroversial sejak akhir abad ke-20 karena terkait dengan teori ras yang telah digantikan oleh pemahaman yang lebih modern tentang keragaman manusia. Dalam praktiknya, mongoloid biasanya digunakan untuk menggambarkan sifat-sifat fisik seperti kulit yang gelap, rambut yang tebal dan berwarna hitam, dan mata yang bulat. Namun, perlu diingat bahwa semua orang memiliki ciri-ciri fisik yang unik dan tidak dapat diprediksi dari ras mereka. Sebagai contoh, "Dia memiliki mongoloid yang jelas, dengan kulit gelap dan rambut tebal." atau "Suku Mongol memiliki mongoloid yang kuat, dengan bahasa dan adat istiadat yang khas." Dalam kehidupan sehari-hari, mongoloid tidak lagi digunakan sebagai istilah ras, tetapi masih digunakan dalam konteks ilmiah dan budaya. Misalnya, dalam bidang antropologi, mongoloid digunakan untuk menggambarkan keragaman manusia di Asia Tenggara. Dalam budaya Indonesia modern, mongoloid tidak lagi memiliki makna yang relevan, tetapi masih digunakan sebagai referensi sejarah dan budaya. Dengan demikian, kita dapat menghargai keragaman manusia dan menghindari pemahaman yang salah tentang ras dan etnisitas.