Arti Kata "monosit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "monosit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

monosit

mo·no·sit n Bio sel darah putih yg berukuran besar, inti selnya berbentuk bulat telur, terdapat pd darah manusia dan hewan vertebrata lainnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "monosit"

📝 Contoh Penggunaan kata "monosit" dalam Kalimat

1.Sel monosit berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia.
2.Dalam analisis laboratorium, dokter menemukan tingkat monosit yang tinggi pada pasien.
3.Dokter menyarankan pasien untuk meningkatkan konsumsi buah-buahan segar untuk meningkatkan jumlah monosit.
4.Sel-sel monosit bergerak cepat ke area yang terinfeksi dalam tubuh.
5.Dalam biologi, monosit dianggap sebagai salah satu jenis sel darah putih yang penting.

📚 Artikel terkait kata "monosit"

Mengenal Kata 'monosit' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Monosit" - Sel Darah Putih yang Berperan Penting

Kata monosit mungkin tidak terdengar familiar bagi banyak orang, namun dalam bidang biologi, kata ini memiliki makna yang sangat penting. Dalam arti resmi, monosit adalah sel darah putih yang berukuran besar, inti selnya berbentuk bulat telur, dan terdapat pada darah manusia dan hewan vertebrata lainnya. Kata ini pertama kali ditemukan pada abad ke-19 dan telah digunakan dalam penelitian medis untuk memahami sistem kekebalan tubuh. Monosit memiliki peran penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Mereka dapat mengenali dan menghancurkan bakteri, virus, dan sel-sel lain yang tidak diinginkan. Dalam beberapa kasus, monosit dapat juga berperan dalam penyakit seperti leukemia dan linfoma. Dalam penelitian yang lebih lanjut, monosit telah menjadi sasaran penting dalam pengembangan vaksin dan terapi imun. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin tidak pernah berpikir tentang monosit dan peranannya dalam sistem kekebalan tubuh. Namun, penelitian tentang monosit telah membantu kita memahami lebih baik tentang penyakit dan cara mengobatinya. Dalam konteks budaya Indonesia, penelitian tentang monosit juga dapat membantu kita meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan kesadaran tentang kesehatan. Dengan demikian, monosit bukan hanya sebuah kata biologi, tetapi juga memiliki implikasi yang luas dalam kehidupan sehari-hari kita.