Arti Kata "muktazilah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "muktazilah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

muktazilah

muk·ta·zi·lah n Isl 1 yg mengasingkan diri; 2 kelompok orang yg memisahkan diri dr kelompok Muawiyah dan kelompok Hasan bin Ali setelah tahkim krn tidak setuju dng keputusan yg diumumkan oleh utusan kedua belah pihak; 3 kelompok orang yg memisahkan diri dr ajaran Hasan Basri, yg dipelopori oleh Wasil bin Atha; 4 aliran yg mendasarkan ajaran Islam kpd Alquran dan pikiran, serta sangat kritis thd hadis dan cara penafsiran Alquran

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "muktazilah"

📝 Contoh Penggunaan kata "muktazilah" dalam Kalimat

1.Pada abad ke-8, muktafilah memisahkan diri dari kelompok Muawiyah dan kelompok Hasan bin Ali.
2.Mereka menganggap bahwa keputusan tahkim tidak adil dan menguntungkan kelompok Muawiyah.
3.Pada masa lalu, muktafilah mengajarkan ajaran Islam yang lebih kritis terhadap hadis dan cara penafsiran Alquran.
4.Mereka memiliki kebebasan berpendapat dan tidak mengikuti tradisi yang telah ada.
5.Dalam sejarah Islam, muktafilah dianggap sebagai aliran yang berani mempertanyakan kebenaran dan keadilan.

📚 Artikel terkait kata "muktazilah"

Mengenal Kata 'muktazilah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Muktazilah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "muktazilah" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini merujuk pada kelompok orang yang memisahkan diri dari kelompok lain, baik dalam konteks sejarah maupun sosial. Dalam konteks historis, kata "muktazilah" sering digunakan untuk menggambarkan kelompok yang memisahkan diri dari kelompok Muawiyah dan kelompok Hasan bin Ali setelah tahkim, karena tidak setuju dengan keputusan yang diumumkan oleh utusan kedua belah pihak. Muktazilah juga dapat merujuk pada kelompok orang yang memisahkan diri dari ajaran Hasan Basri, yang dipelopori oleh Wasil bin Atha. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "muktazilah" dapat digunakan dalam beberapa konteks. Misalnya, dalam kalimat "Kelompok muktazilah di jalan tersebut memisahkan diri dari kelompok lain karena memiliki pendapat yang berbeda", kata "muktazilah" digunakan untuk menggambarkan kelompok yang memisahkan diri dari kelompok lain. Dalam kalimat "Dia menjadi muktazilah dari ajaran lama dan memilih untuk mengikuti ajaran baru", kata "muktazilah" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memisahkan diri dari ajaran lama dan memilih untuk mengikuti ajaran baru. Dalam budaya Indonesia modern, kata "muktazilah" memiliki relevansi yang signifikan. Dalam beberapa kasus, kata "muktazilah" digunakan untuk menggambarkan kelompok yang memisahkan diri dari kelompok lain karena memiliki pendapat yang berbeda. Misalnya, dalam kasus perbedaan pendapat tentang ajaran Islam, beberapa kelompok memisahkan diri dari kelompok lain karena memiliki pendapat yang berbeda tentang Alquran dan hadis. Dalam beberapa kasus lain, kata "muktazilah" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memisahkan diri dari ajaran lama dan memilih untuk mengikuti ajaran baru, seperti dalam kasus perubahan agama atau kepercayaan.