Arti Kata "tawaduk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tawaduk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tawaduk

ta·wa·duk a 1 rendah hati: salat harus dikerjakan pd waktunya dng khusyuk dan --; 2 patuh; taat: sebagai umat Islam yg -- , ia segera salat begitu mendengar azan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tawaduk"

📝 Contoh Penggunaan kata "tawaduk" dalam Kalimat

1.Dia adalah seseorang yang sangat tawaduk dan selalu memohon ampun atas kesalahan.
2.Sebagai seorang pegawai negeri, dia harus selalu tawaduk dan menghormati atasan.
3.Dalam agama Islam, tawaduk merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki oleh umatnya.
4.Ketika mendengar kritikan, dia selalu menunjukkan sikap tawaduk dan mau menerima saran.
5.Dia merasa tawaduk dan tidak berani untuk maju sebagai calon ketua osis.

📚 Artikel terkait kata "tawaduk"

Mengenal Kata 'tawaduk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tawaduk" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "tawaduk" merupakan salah satu kata yang memiliki makna yang dalam dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini memiliki arti rendah hati dan patuh. Dalam konteks sejarah, kata ini sering digunakan dalam konteks agama Islam, terutama dalam konteks shalat. Shalat harus dikerjakan pada waktunya dengan khusyuk dan tawaduk. Ini berarti bahwa umat Islam diharapkan untuk melakukan shalat dengan hati yang rendah dan patuh kepada perintah Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, kata tawaduk dapat dijumpai dalam banyak konteks. Misalnya, ketika seorang teman berkata, "Saya akan melakukan tugas ini dengan tawaduk dan hati yang rendah." Ini berarti bahwa ia akan melakukan tugas tersebut dengan kesabaran dan kemauan untuk patuh. Atau, ketika seseorang berkata, "Saya adalah umat Islam yang tawaduk, jadi saya akan melakukan shalat setelah mendengar azan." Ini berarti bahwa ia adalah umat Islam yang patuh dan rendah hati. Dalam budaya Indonesia modern, kata tawaduk memiliki relevansi yang sangat penting. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan dengan situasi-situasi yang memerlukan kesabaran dan kemauan untuk patuh. Dengan memiliki sikap tawaduk, kita dapat lebih mudah menghadapi tantangan-tantangan tersebut dan mencapai kebahagiaan yang lebih besar. Selain itu, kata tawaduk juga dapat dijumpai dalam banyak literatur agama Islam, yang dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.