Arti Kata "nangkring" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "nangkring" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

nangkring

nang·kring v cak 1 berjongkok; 2 berada di atas (di tempat yg tinggi)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "nangkring"

📝 Contoh Penggunaan kata "nangkring" dalam Kalimat

1.Dia berjongkok nangkring di lantai, memperdengarkan musik klasik.
2.Pada saat krisis ekonomi, banyak orang yang nangkring di jalanan, mencari kerja.
3.Dalam permainan tradisional, anak-anak nangkring di atas tikar, bermain catur.
4.Pengajar mengajarkan anak-anak untuk nangkring dengan baik dan mengikuti instruksi.
5.Pada malam hari, dia nangkring di atas balkon, menikmati bunga-bunga yang mekar di taman.

📚 Artikel terkait kata "nangkring"

Mengenal Kata 'nangkring' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "nangkring" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "nangkring" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks sehari-hari, "nangkring" biasanya digunakan untuk menggambarkan aksi seseorang yang berjongkok di atas suatu tempat, seperti di atas tanah atau di atas tumpukan barang. Namun, dalam konteks yang lebih luas, "nangkring" juga dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berada di atas suatu tempat yang tinggi, seperti di atas puncak gunung atau di atas balkon yang tinggi. Sejarah kata "nangkring" sendiri masih belum jelas, namun dapat diperkirakan bahwa kata ini berasal dari kata kerja "nangkring" yang berarti berjongkok. Dalam bahasa Indonesia kuna, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan aksi seseorang yang berjongkok di atas tanah untuk melakukan kegiatan tertentu, seperti memanen padi atau mencari kayu. Dalam konteks modern, kata "nangkring" masih digunakan dalam kalimat seperti "Dia nangkring di atas tangga untuk memperbaiki lampu" atau "Dia nangkring di atas kursi untuk mengamati pemandangan".

Kata "nangkring" dalam Kepercayaan dan Tradisi

Dalam kepercayaan dan tradisi masyarakat Indonesia, kata "nangkring" sering digunakan untuk menggambarkan aksi seseorang yang berada di atas suatu tempat yang tinggi untuk melakukan kegiatan tertentu. Misalnya, dalam tradisi masyarakat Jawa, kata "nangkring" digunakan untuk menggambarkan aksi seseorang yang berada di atas atap rumah untuk melakukan ritual kepercayaan tertentu. Dalam konteks lain, kata "nangkring" juga digunakan untuk menggambarkan aksi seseorang yang berada di atas puncak gunung untuk melakukan kegiatan seperti pendakian atau pengamatan astronomi.

Kata "nangkring" dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "nangkring" masih digunakan dengan cara yang sangat luas dan fleksibel. Misalnya, dalam kalimat seperti "Dia nangkring di atas kursi untuk menonton film" atau "Dia nangkring di atas balkon untuk menikmati pemandangan". Dalam konteks lain, kata "nangkring" juga digunakan untuk menggambarkan aksi seseorang yang berada di atas suatu tempat yang tinggi untuk melakukan kegiatan tertentu, seperti memperbaiki infrastruktur atau melakukan pengamatan lingkungan.

Relevansi Kata "nangkring" dalam Budaya Indonesia

Kata "nangkring" memiliki relevansi yang sangat luas dalam budaya Indonesia. Dalam konteks kepercayaan dan tradisi, kata "nangkring" digunakan untuk menggambarkan aksi seseorang yang berada di atas suatu tempat yang tinggi untuk melakukan kegiatan tertentu. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, kata "nangkring" masih digunakan dengan cara yang sangat luas dan fleksibel. Oleh karena itu, kata "nangkring" menjadi salah satu kata yang paling penting dalam bahasa Indonesia, karena memiliki makna yang sangat luas dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.