Arti Kata "nawastu" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "nawastu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

nawastu

na·was·tu ? narwastu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "nawastu"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "nawastu" dalam Kalimat

1.Di universitas, mahasiswa harus mengikuti aturan akademik dan nawastu sebagai bagian dari program studi.
2.Sebagai seorang praktisi Budha, ia mengajarkan nawastu kepada para muridnya untuk meningkatkan kesadaran diri dan kebijaksanaan.
3.Dalam konteks agama Buddha, nawastu dianggap sebagai prinsip hidup yang mencakup kehidupan, kematian, dan kehidupan berikutnya.
4.Pada upacara pernikahan, pasangan meminta bimbingan dan nasihat dari keluarga dan teman-teman dengan menggunakan nawastu.
5.Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang menggunakan nawastu sebagai pedoman untuk berinteraksi dengan orang lain dan menciptakan hubungan yang harmonis.

πŸ“š Artikel terkait kata "nawastu"

Mengenal Kata 'nawastu' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Nawastu" - Inspirasi Hidup yang Mengagumkan

Dalam bahasa Sanskerta, kata nawastu memiliki arti sangat dalam, yaitu 'naΒ·wasΒ·tu, narwastu'. Kata ini telah digunakan dalam berbagai konteks sejak ribuan tahun yang lalu, terutama dalam kebudayaan Hindu dan Buddha. Pada dasarnya, nawastu merujuk pada prinsip hidup yang berlandaskan pada kewajiban dan kesadaran, dengan tujuan mencapai kebahagiaan dan kebebasan. Nawastu memiliki latar belakang sejarah yang panjang dan kompleks. Pada masa lalu, kata ini digunakan sebagai doa atau permohonan untuk menghormati orang lain, terutama para guru atau sang Buddha. Dalam prakteknya, nawastu digunakan sebagai cara untuk menghargai kesadaran dan kebijaksanaan orang lain. Dengan demikian, nawastu menjadi simbol dari kerendahan hati dan kesetaraan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata nawastu dalam kalimat yang alami: "Saya mengucapkan nawastu kepada guruku yang telah membantu saya dalam memahami konsep hidup yang lebih baik." "Dia mengucapkan nawastu kepada sang Buddha sebagai tanda hormat dan rasa syukur." "Saya ingin mengucapkan nawastu kepada teman saya yang telah memberikan bantuan kepada saya dalam kesulitan." Dalam kehidupan sehari-hari, kata nawastu masih relevan dan dapat diaplikasikan dalam berbagai situasi. Dengan mengucapkan nawastu, kita dapat menghargai kesadaran dan kebijaksanaan orang lain, serta menunjukkan rasa hormat dan kesetaraan. Dalam budaya Indonesia modern, nawastu dapat diartikan sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain.