Arti Kata "neurastenia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "neurastenia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

neurastenia

neu·ras·te·nia /néurasténia/ n Dok kelelahan dan rasa lemah yg berlebihan, baik jasmani maupun rohani

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "neurastenia"

📝 Contoh Penggunaan kata "neurastenia" dalam Kalimat

1.Dokter mendiagnosis pasien dengan neuastenia akibat stres kerja yang berlebihan.
2.Ibu mendaftar ke dokter karena merasa lelah dan lesu karena neuastenia yang dialaminya.
3.Penelitian menunjukkan bahwa neuastenia seringkali disebabkan oleh pola hidup tidak seimbang.
4.Ketika aku mengalami neuastenia, aku merasa seperti tidak bisa melakukan apa-apa lagi.
5.Banyak orang muda yang mengalami neuastenia karena tekanan sosial dan ekspektasi yang tinggi.

📚 Artikel terkait kata "neurastenia"

Mengenal Kata 'neurastenia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Neurastenia" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "neurastenia" mungkin masih asing bagi banyak orang, terutama di kalangan muda. Namun, ketika kita mendengar istilah ini, sebenarnya sudah ada gambaran tentang apa yang dimaksudkan. Neurastenia adalah kondisi psikologis yang melibatkan kelelahan dan rasa lemah yang berlebihan, baik jasmani maupun rohani. Istilah ini pertama kali digunakan pada abad ke-19 untuk menggambarkan kondisi mental yang umum dialami oleh orang-orang pada saat itu.

Contoh Penggunaan Kata Neurastenia dalam Kalimat

Penggunaan kata neurastenia dalam kalimat sebenarnya cukup mudah. Misalnya, seseorang yang selalu merasa lelah dan kurang energi setiap hari mungkin mengalami neurastenia. Atau, seseorang yang harus menghadapi tekanan belajar yang berat di tengah semester juga mungkin mengalami gejala neurastenia. Bahkan, seseorang yang baru saja mengalami kehilangan dalam hidupnya juga mungkin mengalami neurastenia sebagai bentuk stres yang berlebihan.

Relevansi Kata Neurastenia dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata neurastenia masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di era digital seperti sekarang. Dengan adanya tekanan sosial dan ekonomi yang berat, banyak orang mungkin mengalami gejala neurastenia sebagai bentuk stres yang berlebihan. Selain itu, kemajuan teknologi juga membuat orang-orang lebih mudah terhubung dengan digital devices, namun juga lebih mudah mengalami kelelahan dan stres akibatnya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami apa itu neurastenia dan bagaimana cara mengatasinya agar kita tidak terjebak dalam kondisi yang tidak seimbang.