Arti Kata "objek sekunder" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "objek sekunder" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

objek sekunder

objek taklangsung; objek sekunder taklangsung Nomina atau kelompok Nominal yang menyertai Verba transitif, dan merupakan bagian dari frasa Verbal tsb, misalnya kata Tuti dalam Ibu membuatkan Tuti baju

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "objek sekunder"

📝 Contoh Penggunaan kata "objek sekunder" dalam Kalimat

1.Mahasiswa menulis makalah tentang objek sekunder dalam teori sastra.
2.Pengajar meminta mahasiswa menuliskan kalimat yang menggunakan struktur objek sekunder.
3.Di buku pelajaran bahasa Indonesia, diterangkan cara menulis kalimat dengan objek sekunder.
4.Ibu membuatkan Tuti baju baru sebagai objek sekunder dari kalimat "ibu membuatkan baju".
5.Dalam artikel jurnal ilmiah, peneliti membahas tentang penggunaan objek sekunder dalam kalimat sains.

📚 Artikel terkait kata "objek sekunder"

Mengenal Kata 'objek sekunder' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "objek sekunder" - Pengertian dan Contoh

Apakah itu Objek Sekunder?

Objek sekunder adalah konsep penting dalam tata bahasa Indonesia yang merujuk pada kata atau kelompok kata yang menyertai kata kerja transitif dan merupakan bagian dari frasa verbal. Dalam bahasa Indonesia, objek sekunder juga disebut sebagai "objek taklangsung" atau "objek sekunder taklangsung". Objek sekunder memiliki peran yang signifikan dalam membuat kalimat lebih kompleks dan menggambarkan situasi yang lebih realistis.

Contoh Penggunaan Objek Sekunder dalam Kalimat

Objek sekunder dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan situasi yang lebih kompleks. Berikut beberapa contoh penggunaan objek sekunder dalam kalimat yang alami: - Ayah membuatkan **baju** untuk adik saya. (Dalam kalimat ini, "baju" adalah objek sekunder yang menyertai kata kerja "membuatkan") - Ibu membelikan **makanan** untuk anak-anaknya. (Dalam kalimat ini, "makanan" adalah objek sekunder yang menyertai kata kerja "membelikan") - Saya mengirimkan **surat** kepada teman saya. (Dalam kalimat ini, "surat" adalah objek sekunder yang menyertai kata kerja "mengirimkan")

Relevansi Objek Sekunder dalam Kehidupan Sehari-hari

Objek sekunder memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam komunikasi yang efektif. Dengan menggunakan objek sekunder, kita dapat menggambarkan situasi yang lebih realistis dan kompleks, sehingga komunikasi menjadi lebih efektif. Selain itu, objek sekunder juga dapat digunakan untuk menambahkan detail dan konteks pada kalimat, sehingga membuatnya lebih menarik dan mudah dipahami.