Arti Kata "oposisi multilateral" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "oposisi multilateral" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

oposisi multilateral

Istilah linguistik oposisi antara dua fonem yang persamaannya muncul juga dalam fonem lain

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "oposisi multilateral"

📝 Contoh Penggunaan kata "oposisi multilateral" dalam Kalimat

1.Dalam linguistik, konsep oposisi multilateral digunakan untuk menggambarkan struktur fonologis suatu bahasa.
2.Pada seminar linguistik, dosen membahas tentang oposisi multilateral dalam fonem suatu bahasa.
3.Penelitian terbaru menunjukkan bahwa oposisi multilateral memainkan peran penting dalam memahami struktur bahasa.
4.Dalam analisis filologis, oposisi multilateral diidentifikasi sebagai salah satu ciri khas suatu bahasa.
5.oposisi multilateral dapat digunakan sebagai indikator untuk memahami evolusi bahasa suatu masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "oposisi multilateral"

Mengenal Kata 'oposisi multilateral' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Oposisi Multilateral" dalam Linguistik

Apakah Artinya?

Dalam konteks linguistik, oposisi multilateral merujuk pada fenomena fonetik di mana dua fonem memiliki persamaan, tetapi juga muncul dalam konteks fonem lain. Konsep ini penting dalam memahami struktur bahasa dan proses pengucapan. Dalam sejarah, oposisi multilateral telah menjadi topik penelitian yang menarik bagi para linguist dan ahli bahasa.

Contoh dan Penggunaan

Oposisi multilateral dapat dilihat dalam beberapa contoh berikut. Pertama, pada bahasa Indonesia, kita memiliki perbedaan antara fonem /p/ dan /b/, yang keduanya muncul dalam konteks fonem lain. Misalnya, dalam kata "pasir" dan "basir", kita dapat melihat bagaimana oposisi multilateral berperan dalam membedakan makna. Kedua, dalam bahasa Inggris, kita memiliki perbedaan antara fonem /t/ dan /d/, yang keduanya muncul dalam konteks fonem lain. Misalnya, dalam kata "tot" dan "dot", kita dapat melihat bagaimana oposisi multilateral berperan dalam membedakan makna.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Oposisi multilateral memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari karena membantu kita memahami bagaimana bahasa bekerja dan bagaimana kita dapat menggunakan bahasa yang efektif. Dalam budaya Indonesia modern, oposisi multilateral dapat dilihat dalam beberapa aspek, seperti dalam komunikasi antar budaya atau dalam penggunaan bahasa dalam konteks teknologi. Dengan memahami oposisi multilateral, kita dapat meningkatkan kemampuan kita dalam menggunakan bahasa dan berkomunikasi dengan efektif.