Arti Kata "otokritik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "otokritik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

otokritik

oto·kri·tik ? autokritik

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "otokritik"

📝 Contoh Penggunaan kata "otokritik" dalam Kalimat

1.Dalam proses belajar, dia melakukan autokritik atas kelemahan dirinya sendiri.
2.Dosen mengajak mahasiswa untuk melakukan autokritik atas hasil pekerjaan mereka.
3.Kegemukan yang dialami oleh ayahnya membuatnya melakukan autokritik atas gaya hidupnya sendiri.
4.Ketua tim sepakbola mengajukan autokritik atas kekalahan timnya dalam pertandingan terkini.
5.Dia melakukan autokritik atas keputusan yang diambilnya yang ternyata salah.

📚 Artikel terkait kata "otokritik"

Mengenal Kata 'otokritik' - Inspirasi dan Motivasi

Menemukan Diri dengan Otokritik: Makna dan Keterampilan untuk Diri Sendiri

Otokritik, yang berarti autokritik dalam bahasa Latin, adalah proses menganalisis dan mengevaluasi diri sendiri. Konsep ini berasal dari filsafat Barat, khususnya dalam psikologi, yang menekankan pentingnya memahami diri sendiri untuk mencapai kesadaran dan keseimbangan. Dalam konteks sosial, otokritik memiliki makna yang lebih luas, yaitu sebagai proses memahami dan mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Otokritik dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang efektif. Misalnya, ketika Anda merasa tidak puas dengan performa kerja, Anda dapat melakukan otokritik dengan mengevaluasi apa yang perlu Anda perbaiki. Dengan demikian, Anda dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan diri sendiri. Contoh lain, ketika Anda melakukan kesalahan, Anda dapat melakukan otokritik untuk memahami apa yang salah dan bagaimana Anda dapat menghindari kesalahan serupa di masa depan. Dalam budaya Indonesia modern, otokritik memiliki nilai yang sangat penting. Dengan melakukan otokritik, seseorang dapat meningkatkan kemampuan diri sendiri dan menjadi lebih siap menghadapi tantangan. Selain itu, otokritik juga dapat membantu seseorang untuk menjadi lebih sadar dan peduli dengan diri sendiri, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan menerapkan otokritik dalam kehidupan sehari-hari.