Arti Kata "panas tidak sampai petang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "panas tidak sampai petang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

panas tidak sampai petang

Peribahasa bertambah susah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "panas tidak sampai petang"

📝 Contoh Penggunaan kata "panas tidak sampai petang" dalam Kalimat

1.Kepada dia, aku telah berusaha membantu sejak pagi, tapi panas tidak sampai petang, dia masih tidak mengerti.
2.Pada hari itu, cuaca sangat panas tidak sampai petang, sehingga kami memutuskan untuk beristirahat di tempat teduh.
3.Dalam peribahasa kita, ada ungkapan "panas tidak sampai petang" yang berarti bertambah susah.
4.Di sekolah, guru mengingatkan kepada muridnya bahwa belajar bukanlah hal yang mudah, karena "panas tidak sampai petang".
5.Banyak orang yang gagal dalam mencapai tujuan mereka karena tidak sabar dan panas tidak sampai petang dalam menjalani proses pembelajaran.

📚 Artikel terkait kata "panas tidak sampai petang"

Mengenal Kata 'panas tidak sampai petang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "panas tidak sampai petang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "panas tidak sampai petang" adalah salah satu peribahasa yang populer di Indonesia. Maknanya adalah "bertambah susah" atau "sulitnya semakin berat". Peribahasa ini berasal dari budaya masyarakat pedalaman yang masih menggunakan alat pengukur waktu berdasarkan siklus matahari. Mereka menganggap bahwa pagi hari adalah waktu paling sejuk dan nyaman, sedangkan petang adalah waktu paling panas. Oleh karena itu, "panas tidak sampai petang" berarti bahwa situasi atau kondisi yang semakin hari semakin sulit atau berat. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "panas tidak sampai petang" sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang semakin sulit atau berat. Berikut beberapa contoh penggunaan kata ini dalam kalimat yang alami: * "Saya tidak tahu bagaimana cara menghadapi masalah ini, semakin hari semakin sulit, seperti **panas tidak sampai petang**." * "Saya pikir saya bisa mencapai tujuan ini dengan mudah, tapi ternyata semakin hari semakin sulit, **panas tidak sampai petang** lagi." * "Saya tidak bisa menghadapi tekanan dari atasan, semakin hari semakin sulit, seperti **panas tidak sampai petang**." Dalam budaya Indonesia modern, kata "panas tidak sampai petang" masih relevan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang mengalami masalah keuangan, karir, atau hubungan yang semakin sulit atau berat. Oleh karena itu, peribahasa ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk kita menghadapi masalah tersebut dengan lebih bijak dan penuh perjuangan.