Arti Kata "barbarisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "barbarisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

barbarisme

bar·ba·ris·me n 1 paham, sifat, atau perbuatan yg tidak sesuai dng tata aturan peradaban; 2 Ling penyimpangan dl ucapan, tata bahasa, atau perbendaharaan kata dr ragam standar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "barbarisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "barbarisme" dalam Kalimat

1.Dalam kesempatan itu, beliau menunjukkan contoh-contoh barbarisme dalam bahasa Indonesia yang perlu dihindari.
2.Kata-kata barbarisme sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi sebenarnya tidak sesuai dengan tata bahasa baku.
3.Penulisan yang mengandung barbarisme dapat membuat makna tulisan menjadi kabur dan membingungkan pembaca.
4.Dalam proses belajar bahasa Indonesia, murid perlu diingatkan untuk menghindari barbarisme dan menggunakan kata-kata yang tepat.
5.Saat berbicara mengenai kesenian, terkadang kita menggunakan kata-kata barbarisme yang tidak sesuai dengan konsep kesenian itu sendiri.

📚 Artikel terkait kata "barbarisme"

Mengenal Kata 'barbarisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Barbarisme" - Inspirasi dan Motivasi

Barbarisme adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku atau tindakan yang tidak sesuai dengan tata aturan peradaban. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani "barbaros," yang berarti orang asing atau tidak berbahasa. Dalam konteks sejarah, barbarisme sering digunakan untuk menggambarkan invasi atau serangan oleh suku-suku asing yang tidak memiliki peradaban yang maju. Dalam konteks modern, barbarisme dapat digunakan untuk menggambarkan perilaku atau tindakan yang tidak sesuai dengan norma-norma masyarakat. Misalnya, "Tindakan pemerkosaan itu adalah contoh barbarisme yang tidak bisa diterima dalam masyarakat." Atau, "Perilaku korupsi di pemerintahan adalah contoh barbarisme yang merusak kepercayaan publik." Barbarisme juga dapat digunakan dalam konteks bahasa dan penulisan. Misalnya, "Penggunaan bahasa yang tidak sopan dalam tulisan itu adalah contoh barbarisme dalam tata bahasa." Atau, "Perubahan makna kata yang tidak sesuai dengan kamus itu adalah contoh barbarisme dalam perbendaharaan kata." Dalam kehidupan sehari-hari, barbarisme masih banyak terjadi. Misalnya, perilaku bullying di sekolah, korupsi di pemerintahan, dan penggunaan bahasa yang tidak sopan dalam komunikasi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan kebersihan masyarakat. Dalam budaya Indonesia modern, barbarisme seringkali diidentifikasi melalui perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal. Misalnya, perilaku yang tidak hormat terhadap orang tua, perilaku korupsi, dan penggunaan bahasa yang tidak sopan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan menghargai nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga keamanan dan kebersihan masyarakat.