Arti Kata "pangkal telinga" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pangkal telinga" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pangkal telinga

sambungan telinga dengan kepala; pangkal telinga tunggal Istilah linguistik pangkal yang terjadi dari satu morfem dasar, misalnya tani pada bertani

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pangkal telinga"

📝 Contoh Penggunaan kata "pangkal telinga" dalam Kalimat

1.pangkal telinga saya terasa sakit setelah bermain musik terlalu lama kemarin.
2.Dalam bahasa Indonesia baku, kata "pangkal telinga" digunakan untuk menggambarkan sambungan telinga dengan kepala.
3.Pada umumnya, anak-anak lebih sulit menerima perubahan di pangkal telinga mereka.
4.Seorang dokter spesialis telinga, hars untuk mengetahui pangkal telinga pasien sebelum melakukan operasi.
5.Saya melihat ke pangkal telinga teman saya ketika dia sedang berbicara dengan sangat keras.

📚 Artikel terkait kata "pangkal telinga"

Mengenal Kata 'pangkal telinga' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Pangkal Telinga" dalam Bahasa Indonesia

Kata "pangkal telinga" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang unik dan menarik. Secara resmi, kata ini diartikan sebagai sambungan telinga dengan kepala, atau pangkal telinga tunggal. Istilah linguistik ini juga digunakan untuk menggambarkan proses linguistik pangkal yang terjadi dari satu morfem dasar, seperti "tani" pada kata "bertani". Dalam sejarah bahasa Indonesia, kata "pangkal telinga" telah digunakan dalam berbagai konteks. Kata ini sering digunakan dalam kalimat yang menunjukkan hubungan antara bagian tubuh manusia dan bagian lainnya. Misalnya, "pangkal telinga" digunakan untuk menggambarkan tempat di mana telinga bergabung dengan kepala. Dalam konteks ini, kata "pangkal telinga" memiliki makna yang sangat spesifik dan teknis. Namun, kata "pangkal telinga" juga memiliki makna yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa kalimat, kata ini digunakan untuk menggambarkan tempat di mana sesuatu berawal atau dimulai. Misalnya, "pangkal telinga" digunakan dalam kalimat "pangkal telinga dari segala kejahatan" untuk menggambarkan tempat di mana kejahatan berawal. Contoh lain adalah "pangkal telinga dari kebijaksanaan" untuk menggambarkan tempat di mana kebijaksanaan dimulai. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "pangkal telinga" memiliki relevansi yang sangat penting. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan dalam konteks yang lebih filosofis dan spiritual. Misalnya, "pangkal telinga" digunakan dalam kalimat "pangkal telinga dari segala kebenaran" untuk menggambarkan tempat di mana kebenaran berawal. Dalam konteks ini, kata "pangkal telinga" memiliki makna yang sangat mendalam dan spiritual. Dalam kesimpulan, kata "pangkal telinga" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang unik dan menarik. Kata ini digunakan dalam berbagai konteks, dari konteks teknis hingga konteks filosofis dan spiritual. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "pangkal telinga" memiliki relevansi yang sangat penting dan sering digunakan dalam kalimat yang menunjukkan hubungan antara bagian tubuh manusia dan bagian lainnya.