Arti Kata "parabel" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "parabel" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

parabel

pa·ra·bel n Sas cerita rekaan untuk menyampaikan ajaran agama, moral, atau kebenaran umum dng menggunakan perbandingan atau ibarat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "parabel"

📝 Contoh Penggunaan kata "parabel" dalam Kalimat

1.Kisah tentang seekor burung yang terjebak di dalam lubang dijadikan sebagai parabel tentang kesulitan hidup.
2.parabel yang disampaikan oleh imam di masjid menggambarkan pentingnya kejujuran dan keadilan.
3.Dalam novel tersebut, parabel tentang seekor seekor ikan yang bersaing antara satu sama lain digunakan untuk menggambarkan konflik antarpribadi.
4.Dosen mengajarkan kepada mahasiswa tentang parabel yang digunakan dalam Alkitab untuk menyampaikan pesan moral.
5.Dalam cerita rakyat tersebut, parabel tentang seekor kura-kura yang berlari menemukan kebenaran dan keadilan di tengah masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "parabel"

Mengenal Kata 'parabel' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Parabel" - Inspirasi dan Motivasi

Kata parabel berasal dari bahasa Yunani, yang berarti "meniru" atau "dibandingkan". Dalam konteks agama Kristen, parabel digunakan sebagai cara untuk menyampaikan ajaran moral dan kebenaran umum melalui cerita rekaan yang menggunakan perbandingan atau ibarat. Dalam bahasa Indonesia, parabel memiliki arti yang sama, yaitu cerita rekaan yang digunakan untuk menyampaikan ajaran atau kebenaran dengan menggunakan perbandingan atau ibarat. Parabel telah digunakan sejak zaman kuno sebagai cara untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan kebenaran. Dalam tradisi Kristen, parabel digunakan oleh Yesus Kristus untuk menyampaikan ajaran-ajaran moral dan kebenaran. Salah satu contoh parabel paling terkenal adalah parabel tentang tanaman bunga madu dan biji gandum, yang digunakan untuk menjelaskan pentingnya kesabaran dan kerja keras. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat penggunaan parabel dalam berbagai konteks. Misalnya, "Hidup seperti parabel tentang burung merpati yang terjebak di dalam ruangan, yang tidak dapat melihat keindahan alam luar." Dalam konteks ini, parabel digunakan untuk menjelaskan pentingnya tidak terjebak dalam kehidupan yang terkekang dan untuk selalu melihat ke depan. Dalam budaya Indonesia modern, parabel masih digunakan sebagai cara untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan kebenaran. Banyak cerita rakyat dan lagu-lagu tradisional yang menggunakan parabel untuk menjelaskan pentingnya kerja keras, kesabaran, dan kejujuran. Dengan demikian, parabel tetap menjadi salah satu cara yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan kebenaran kepada masyarakat.