Arti Kata "keblinger" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "keblinger" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

keblinger

keb·li·nger Jw v sesat; keliru: pembajakan di udara yg terjadi baru-baru ini didorong oleh angan-angan yg -- dr seseorang yg mau jadi jagoan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "keblinger"

📝 Contoh Penggunaan kata "keblinger" dalam Kalimat

1.Pembajakan yang terjadi di udara baru-baru ini adalah contoh keblinger yang terjadi di lapangan.
2.Dalam penelitian kita menemukan bahwa beberapa sumber informasi yang salah mempengaruhi keputusan para mahasiswa.
3.Lagu itu memiliki lirik yang menggambarkan keblinger seorang pria yang terjebak dalam keputusannya.
4.Saya sangat menyesal karena keblinger saya dalam memilih pekerjaan, sekarang saya merasa tidak puas.
5.Saat itu, keblinger para pejabat memang mempengaruhi keputusan yang diambil oleh pemerintah.

📚 Artikel terkait kata "keblinger"

Mengenal Kata 'keblinger' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Keblinger" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "keblinger" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan keadaan seseorang yang sesat atau keliru. Istilah ini memiliki latar belakang historis yang menarik, terutama dalam konteks budaya Jawa. Dalam bahasa Jawa, kata "keblinger" memiliki makna yang lebih luas, yaitu keb·li·nger Jw v sesat; keliru. Dalam konteks ini, kata "keblinger" digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang dipengaruhi oleh angan-angan atau bayangan yang salah.

Penggunaan Kata "Keblinger" dalam Konteks Sehari-hari

Kata "keblinger" sering digunakan dalam kalimat yang alami untuk menggambarkan keadaan seseorang yang sesat atau keliru. Misalnya, "Dia menjadi keblinger setelah mendengar cerita yang menyesatkan." Atau, "Kamu harus waspada dengan keblinger yang dapat menyesatkanmu." Dalam beberapa kasus, kata "keblinger" juga digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang dipengaruhi oleh keinginan atau nafsu yang tidak sehat. Dengan demikian, kata "keblinger" memiliki makna yang lebih luas dan kompleks dalam konteks bahasa Indonesia.

Relevansi Kata "Keblinger" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "keblinger" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam beberapa kasus, kata "keblinger" digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang dipengaruhi oleh angan-angan atau bayangan yang salah. Dengan demikian, kata "keblinger" dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seseorang untuk tidak terjebak dalam keadaan yang sesat atau keliru. Selain itu, kata "keblinger" juga dapat digunakan sebagai peringatan bagi seseorang untuk waspada dengan keinginan atau nafsu yang tidak sehat. Dengan demikian, kata "keblinger" memiliki makna yang lebih luas dan kompleks dalam konteks kehidupan sehari-hari.