Arti Kata "paralelisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "paralelisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

paralelisme

pa·ra·lel·is·me /paralélisme/ n 1 hal sejajar; kesejajaran; 2 kemiripan; 3 Ling penggunaan bentuk sintaksis yg sepadan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "paralelisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "paralelisme" dalam Kalimat

1.Bahasa Indonesia memiliki beberapa ciri khas sintaksis paralelisme dalam struktur kalimat.
2.Dalam kalimat tersebut, struktur paralelisme menunjukkan kesejajaran antara dua atau lebih kata atau klausa.
3.paralelisme dapat digunakan dalam beberapa konteks, seperti dalam puisi untuk menciptakan efek ritme dan harmoni.
4.Dalam pembelajaran bahasa, paralelisme digunakan untuk mengembangkan kemampuan sintaksis siswa.
5.Dalam komunikasi formal, paralelisme digunakan untuk meningkatkan kesan kejelasan dan kepadatan informasi.

📚 Artikel terkait kata "paralelisme"

Mengenal Kata 'paralelisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Paralelisme": Menjelajahi Kesejajaran dan Kemiripan

Paralelisme adalah konsep yang telah ada sejak zaman kuno, digunakan dalam berbagai bidang seperti filosofi, sastra, dan bahasa. Kata ini berasal dari bahasa Latin "paralellus", yang berarti "sejajar" atau "sama". Dalam konteks historis, paralelisme digunakan untuk menggambarkan kesamaan antara dua atau lebih hal yang berbeda, seperti kesamaan antara dua bangunan atau dua teks sastra. Paralelisme memiliki makna yang luas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks bahasa, paralelisme merujuk pada penggunaan bentuk sintaksis yang sepadan dalam kalimat. Misalnya, dalam kalimat "Saya suka makan nasi goreng dan juga suka minum kopi", kata "suka" dan "minum" memiliki fungsi yang sama sebagai kata kerja. Dalam kalimat "Saya dan teman saya suka makan nasi goreng", kata "saya" dan "teman saya" memiliki fungsi yang sama sebagai subjek. Ini adalah contoh paralelisme dalam penggunaan kata benda dan kata kerja. Paralelisme juga digunakan dalam konteks kebudayaan dan sosial. Dalam budaya Indonesia, paralelisme digunakan dalam berbagai tradisi dan kebiasaan. Misalnya, dalam tradisi "wayang kulit", paralelisme digunakan untuk menggambarkan kesamaan antara tokoh-tokoh dalam cerita. Dalam kehidupan sehari-hari, paralelisme digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam komunikasi antara individu dan kelompok. Misalnya, dalam perdebatan politik, paralelisme digunakan untuk menggambarkan kesamaan antara dua atau lebih pihak. Dalam kehidupan modern, paralelisme memiliki relevansi yang signifikan. Dalam konteks teknologi, paralelisme digunakan dalam berbagai bidang, seperti komputasi dan pengolahan data. Dalam konteks sosial, paralelisme digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam komunikasi antara individu dan kelompok. Dalam konteks kebudayaan, paralelisme digunakan dalam berbagai tradisi dan kebiasaan, seperti dalam tradisi "wayang kulit" dan dalam kehidupan sehari-hari.