Arti Kata "perang saraf" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "perang saraf" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

perang saraf

perang yang hanya menggunakan gertak dan ancaman (tanpa senjata) dengan maksud untuk menjatuhkan mental lawan; perang asabat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "perang saraf"

📝 Contoh Penggunaan kata "perang saraf" dalam Kalimat

1.Dalam perang saraf yang panjang, pasukan kita berhasil menjatuhkan moral musuh.
2.Politikus itu dituduh melakukan perang saraf dengan kampanye iklan yang berlebihan.
3.Dalam novel itu, cinta antara dua tokoh menjadi perang saraf yang berlarut-larut.
4.Di sekolah, guru harus menghadapi perang saraf dengan murid-murid yang tidak mau belajar.
5.Pemimpin partai berusaha melakukan perang saraf dengan menyebarluaskan berita palsu tentang lawannya.

📚 Artikel terkait kata "perang saraf"

Mengenal Kata 'perang saraf' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Perang Saraf" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam dunia perang, kata "perang saraf" mungkin terdengar aneh dan tidak biasa. Namun, di balik makna yang unik, "perang saraf" memiliki konteks yang menarik. Perang saraf adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bentuk perang yang tidak melibatkan senjata atau kekerasan fisik. Sebaliknya, perang saraf dilakukan dengan menggunakan gertak dan ancaman untuk menjatuhkan mental lawan. Konsep ini telah digunakan dalam sejarah, khususnya dalam perang asabat. Perang saraf sering digunakan dalam konteks diplomatik dan strategis. Dalam politik, perang saraf dapat berupa kampanye propaganda untuk menghancurkan citra lawan atau mempengaruhi opini publik. Dalam bisnis, perang saraf dapat berupa strategi pemasaran untuk mengalahkan kompetitor. Dalam kehidupan sehari-hari, perang saraf dapat berupa bentuk konflik antara individu atau kelompok yang tidak melibatkan kekerasan fisik. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "perang saraf" dalam kalimat yang alami: - Negara A melancarkan perang saraf melalui kampanye propaganda untuk menghancurkan citra negara B. - Perusahaan X menggunakan strategi perang saraf untuk mengalahkan kompetitor Y dalam pasar. - Pasangannya melibatkan perang saraf dengan mengancam untuk berpisah jika saya tidak melakukan sesuatu yang dia inginkan. Perang saraf memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam masyarakat modern, perang saraf dapat berupa bentuk konflik antara individu atau kelompok yang tidak melibatkan kekerasan fisik. Dalam budaya Indonesia, perang saraf dapat berupa bentuk persaingan yang tidak melibatkan kekerasan fisik, seperti kompetisi dalam karir atau bisnis. Dalam keseluruhan, "perang saraf" adalah konsep yang unik dan menarik yang dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dengan memahami makna dan aplikasi kata "perang saraf", kita dapat meningkatkan kemampuan kita dalam menghadapi konflik dan persaingan dalam kehidupan sehari-hari.