Arti Kata "paranoia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "paranoia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

paranoia

pa·ra·no·ia n Psi penyakit jiwa yg membuat penderita berpikir aneh-aneh yg bersifat khayalan, spt merasa dirinya orang besar atau terkenal; penyakit khayal;

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "paranoia"

📝 Contoh Penggunaan kata "paranoia" dalam Kalimat

1.Pasien yang menderita paranoia memiliki pikiran yang penuh kebencian dan curiga.
2.Pengguna internet harus berhati-hati terhadap tanda-tanda paranoia yang muncul dalam komentar mereka.
3.Dalam novel tersebut, karakter utama menderita paranoia yang membuatnya sulit untuk membedakan antara kenyataan dan khayalan.
4.Dalam psikologi, paranoia adalah kondisi mental yang perlu diatasi dengan terapi dan dukungan.
5.Ketika seseorang merasa terus-menerus diikuti dan dieksploitasi, mereka mungkin mengalami gejala paranoia yang parah.

📚 Artikel terkait kata "paranoia"

Mengenal Kata 'paranoia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Paranoia" - Gejala Psikologis yang Meningkatkan Kesadaran

Paranoia adalah kata yang sering digunakan dalam konteks psikiatri untuk menggambarkan gejala psikologis yang membuat seseorang berpikir aneh-aneh dan khayalan. Dalam arti resmi, paranoia adalah penyakit jiwa yang membuat penderita berpikir bahwa dirinya dipermalukan, dicaci maki, atau diincar oleh orang lain. Kata ini berasal dari bahasa Yunani, "paranoos," yang berarti "kerinduan" atau "kecemasan." Penggunaan kata paranoia telah berkembang sejak abad ke-19, ketika istilah ini pertama kali digunakan untuk menggambarkan gejala psikologis yang dialami oleh pasien dengan skizofrenia. Namun, sekarang, kata paranoia digunakan dalam konteks yang lebih luas, termasuk dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Contoh penggunaan kata paranoia dalam kalimat yang alami adalah: "Saya merasa ada orang lain yang ingin mencuri identitas saya, membuat saya rentan terhadap paranoia terhadap keamanan pribadinya." "Saya tidak ingin menjadi korban paranoia yang mengakibatkan saya merasa tidak aman dan tidak nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari." Dalam kehidupan sehari-hari, kata paranoia sering digunakan untuk menggambarkan perasaan cemas dan khawatir yang tak berujung. Namun, dalam konteks psikiatri, paranoia adalah gejala yang lebih serius yang memerlukan perawatan profesional. Dalam budaya Indonesia modern, kata paranoia sering digunakan dalam konteks politik dan sosial, seperti paranoia terhadap pemerintah atau paranoia terhadap kelompok minoritas.