Arti Kata "patogenik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "patogenik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

patogenik

pa·to·ge·nik /patogénik/ a bersifat menimbulkan penyakit, spt bakteri atau virus

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "patogenik"

📝 Contoh Penggunaan kata "patogenik" dalam Kalimat

1.Bakteri tersebut memiliki patogenik yang sangat kuat sehingga dapat menyebabkan infeksi pada manusia.
2.Di daerah tertentu, air sungai mempunyai patogenik yang tinggi sehingga tidak dapat digunakan sebagai sumber air minum.
3.patogenik bakteri E. coli dapat menyebabkan diare pada anak-anak yang belum dewasa.
4.Penelitian tentang patogenik virus corona masih terus berlangsung untuk menemukan vaksin efektif.
5.Kondisi lingkungan yang tidak seimbang dapat meningkatkan patogenik bakteri di tanah, sehingga perlu dilakukan perawatan.

📚 Artikel terkait kata "patogenik"

Mengenal Kata 'patogenik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Patogenik" Dalam Kesehatan dan Budaya

Kata patogenik pertama kali muncul dalam bahasa Indonesia pada abad ke-20, tetapi konsepnya telah ada sejak lama dalam ilmu kedokteran. Dalam konteks sains, patogenik merujuk pada sifat suatu mikroorganisme, seperti bakteri atau virus, yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Dalam arti luas, kata patogenik juga dapat digunakan untuk menjelaskan efek buruk dari suatu substansi atau faktor lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh atau lingkungan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata patogenik dalam konteks kesehatan. Misalnya, "Virus corona yang menular sangat patogenik dan dapat menyebabkan penyebaran Covid-19 secara cepat." Atau, "Bakteri patogenik pada air limbah dapat menyebabkan penyakit gastrointestinal." Dalam contoh-contoh ini, kata patogenik digunakan untuk menjelaskan sifat berbahaya dari suatu mikroorganisme atau substansi. Dalam budaya Indonesia modern, konsep patogenik juga memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, "Media sosial dapat menjadi patogenik bagi mental dan emosi seseorang jika tidak digunakan dengan bijak." Dalam contoh ini, kata patogenik digunakan untuk menjelaskan efek buruk dari media sosial yang dapat menyebabkan stres dan depresi. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata patogenik tidak hanya digunakan dalam konteks kesehatan, tetapi juga dalam konteks budaya dan sosial.