Arti Kata "pekau" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pekau" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pekau

pe·kau, me·me·kau v menjerit; memekik

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pekau"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "pekau" dalam Kalimat

1.Anak itu menunjukkan perilakunya yang tidak sopan karena terus-terusan memekik dan menjerit di sekolah.
2.Istriku terus memekik dan menjerit di pagi hari ketika saya masih tidur, membuatku terbangun dengan bangun.
3.Pada hari besar Idul Fitri, umat Islam biasanya memekik dan menjerit ketika mendengar kalimat "Allahu Akbar" dari imam shalat Id.
4.Pemadaman listrik yang tiba-tiba membuat saya mepekau dan mencari sumber listrik cadangan untuk menghidupkannya.
5.Anak kecil yang baru saja melihat hewan buas di lapangan terus memekik dan menjerit karena takut.

πŸ“š Artikel terkait kata "pekau"

Mengenal Kata 'pekau' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "pekau" - Suara Alam yang Mengiringi Kehidupan

Dalam bahasa Indonesia, pekau merupakan kata yang digunakan untuk menggambarkan suara jeritan atau pekik. Makna umum dari kata ini adalah menjerit atau memekik, biasanya digunakan untuk mengungkapkan kegembiraan, kekecewaan, atau kesedihan. Dalam konteks historis, suara pekau sering digunakan sebagai bentuk ekspresi emosi di masyarakat tradisional, terutama dalam upacara adat atau perayaan. Contoh penggunaan kata pekau dalam kalimat alami adalah: "Saya pekau gembira ketika tahu saya menang dalam lomba olahraga," atau "Ibu pekau sedih ketika melihat anaknya terjatuh." Dalam konteks lain, suara pekau juga dapat digunakan untuk menggambarkan reaksi kuat terhadap suatu kejadian, seperti "Saya pekau terkejut ketika mendengar berita itu." Dalam kehidupan sehari-hari, suara pekau tetap relevan sebagai bentuk ekspresi emosi yang alami. Di Indonesia, misalnya, suara pekau sering digunakan dalam upacara adat atau perayaan, seperti pekau gembira ketika melihat pertandingan olahraga nasional. Selain itu, suara pekau juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih formal, seperti dalam pidato atau ceramah, untuk menggambarkan kesan kuat dan emosional. Dengan demikian, kata pekau tetap menjadi bagian penting dalam bahasa Indonesia sebagai suara alam yang mengiringi kehidupan.