Arti Kata "kologen" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kologen" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kologen

ko·lo·gen /kologén/ n Dok protein yg bernilai gizi rendah krn susunan aminonya tidak lengkap dan tidak seimbang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kologen"

📝 Contoh Penggunaan kata "kologen" dalam Kalimat

1.Dalam makalah biologi, dikatakan bahwa kologen adalah jenis protein yang tidak bergizi.
2.Dokter menyarankan agar pasien menghindari makanan yang mengandung kologen untuk mempercepat proses penyembuhan.
3.Dalam proses manufaktur makanan, kologen seringkali digunakan sebagai bahan pengawet alami.
4.Para ilmuwan sedang melakukan penelitian untuk mengubah kologen menjadi protein yang bergizi.
5.kologen yang terkumpul dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan metabolisme yang berkepanjangan.

📚 Artikel terkait kata "kologen"

Mengenal Kata 'kologen' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kologen" - Fokus pada Gizi yang Seimbang

Dalam dunia gizi, salah satu hal yang penting adalah memahami makna kata kologen. Dok protein ini memiliki nilai gizi rendah karena susunan aminonya tidak lengkap dan tidak seimbang. Kata kologen sendiri berasal dari bahasa Yunani, "kolo" yang berarti "bengkok" dan "gen" yang berarti "bentuk". Dalam konteks ini, kologen merujuk pada protein yang tidak memiliki bentuk yang lengkap. Dalam beberapa tahun terakhir, konsep kologen menjadi lebih populer karena semakin banyak orang yang peduli dengan kesehatan dan gizi mereka. Dalam kalimat yang alami, kata kologen dapat digunakan seperti ini: "Protein kologen tidak dapat membantu meningkatkan kekuatan otot." atau "Pakan hewan harus memiliki kandungan protein yang lebih baik daripada kologen." Atau "Kandungan gizi kologen tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh." Dalam kehidupan sehari-hari, konsep kologen memiliki relevansi yang cukup penting. Banyak produsen makanan yang menawarkan produk yang lebih seimbang karena menghindari penggunaan protein kologen. Selain itu, konsep ini juga digunakan dalam bidang kedokteran untuk menganalisis gizi dan nutrisi dalam tubuh manusia. Dalam budaya Indonesia modern, semakin banyak orang yang peduli dengan kesehatan dan gizi mereka, sehingga konsep kologen menjadi semakin relevan.