Arti Kata "pelekok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pelekok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pelekok

pe·le·kok /pelékok/, ter·pe·le·kok v terpelecok; keseleo; terkilir

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pelekok"

📝 Contoh Penggunaan kata "pelekok" dalam Kalimat

1.Saya terpelecok saat bermain sepak bola di lapangan sekolah.
2.pelekok dapat menyebabkan cedera pada punggung atau pergelangan kaki.
3.Ibu meminta bapak untuk membantu anaknya yang terpelecok saat bermain basket.
4.pelekok sering kali terjadi pada atlet yang tidak memiliki teknik yang baik.
5.Pada pesta pernikahan, tamu yang terpelecok saat berdansa sangat malu.

📚 Artikel terkait kata "pelekok"

Mengenal Kata 'pelekok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Pelekok" dalam Bahasa Indonesia

Kata "pelekok" memiliki makna yang unik dan khas dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, pelekok diartikan sebagai pelekok/pelékok/, terpelekok; keseleo; terkilir. Dalam konteks sejarah, kata ini mungkin memiliki asal usul yang terkait dengan kegiatan fisik yang memungkinkan individu mengalami cedera atau terkilir. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar orang mengalami pelekok setelah melakukan kegiatan olahraga atau aktivitas fisik yang intens. Mungkin kamu pernah mengalami hal serupa dan mengenal betapa sakitnya terpelekok atau terkilir. Berikut beberapa contoh penggunaan kata pelekok dalam kalimat alami: - "Saya terpelekok setelah berlari maraton kemarin." - "Dia harus pelekok karena jatuh dari sepeda." - "Saya mengalami pelekok pada lutut setelah bermain basket." Dalam budaya Indonesia modern, kata pelekok memiliki relevansi yang cukup besar. Kegiatan olahraga dan aktivitas fisik yang intens sering menjadi penyebab pelekok atau terkilir. Selain itu, kata ini juga digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti menggambarkan situasi yang kompleks atau sulit. Dengan demikian, kita dapat melihat betapa luas penggunaan kata pelekok dalam bahasa Indonesia. Kata ini tidak hanya digunakan dalam konteks medis atau olahraga, tetapi juga dalam konteks sosial dan budaya yang lebih luas.