Arti Kata "perseptivitas" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "perseptivitas" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

perseptivitas

per·sep·ti·vi·tas /pérséptivitas/ n daya pemahaman atau pengamatan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "perseptivitas"

📝 Contoh Penggunaan kata "perseptivitas" dalam Kalimat

1.Dalam konteks pendidikan, pentingnya perseptivitas dalam memahami konsep-konsep matematika sangatlah signifikan.
2.Ilmu psikologi membahas tentang bagaimana perseptivitas individu mempengaruhi perilaku dan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
3.Dalam karya sastra "Persepsi" karya James Joyce, tema perseptivitas dibahas melalui pengalaman karakter utama.
4.Perspektif perseptivitas yang berbeda dapat mempengaruhi penilaian kita terhadap suatu fenomena atau kejadian.
5.Dalam dunia bisnis, perusahaan harus memahami perseptivitas pelanggan untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas mereka.

📚 Artikel terkait kata "perseptivitas"

Mengenal Kata 'perseptivitas' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Perspektif" dan "Perspektivitas" dalam Bahasa Indonesia

Kata perseptivitas sering digunakan dalam berbagai konteks, baik dalam ilmu pengetahuan, filosofi, maupun komunikasi. Dalam arti resmi, perseptivitas berarti daya pemahaman atau pengamatan yang dimiliki oleh individu atau kelompok dalam memahami suatu fenomena atau situasi. Kata ini berasal dari kata Latin "perceptus", yang berarti "dapat dipahami". Sejarah kata perseptivitas dalam Bahasa Indonesia dapat ditelusuri sejak abad ke-19, ketika kata ini mulai digunakan dalam konteks filosofis dan psikologis. Pada saat itu, kata ini digunakan untuk menjelaskan kemampuan manusia dalam memahami dan menafsirkan informasi yang diterimanya dari lingkungan sekitarnya. Dalam konteks sosial, kata perseptivitas juga digunakan untuk menjelaskan perbedaan pandangan dan pendapat yang dimiliki oleh individu atau kelompok dalam menanggapi suatu masalah atau kejadian. Dalam kehidupan sehari-hari, kata perseptivitas sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika kita mengatakan bahwa seseorang memiliki perseptivitas yang luas, kita berarti bahwa orang tersebut dapat melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang dan memiliki kemampuan untuk menangkap informasi yang kompleks. Berikut beberapa contoh penggunaan kata perseptivitas dalam kalimat yang alami: - "Dia memiliki perseptivitas yang baik dalam memahami masalah sosial." - "Kita harus memiliki perseptivitas yang terbuka untuk menanggapi perubahan yang terjadi di sekitar kita." - "Dia memiliki perseptivitas yang luas dalam memahami budaya dan agama yang berbeda." Dalam budaya Indonesia modern, kata perseptivitas juga digunakan dalam berbagai konteks, terutama dalam konteks komunikasi dan interaksi sosial. Dalam konteks ini, kata perseptivitas digunakan untuk menjelaskan kemampuan individu dalam memahami dan menafsirkan informasi yang diterimanya dari lingkungan sekitarnya, serta dalam menanggapi perubahan yang terjadi di sekitar kita.