Arti Kata "polisentrisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "polisentrisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

polisentrisme

po·li·sen·tris·me /poliséntrisme/ n Pol anggapan bahwa pusat komunisme tidak terbatas pd satu tempat saja, tetapi terdapat di negara komunis masing-masing

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "polisentrisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "polisentrisme" dalam Kalimat

1.polisentrisme adalah konsep penting dalam studi komunisme yang menunjukkan bahwa pusat kekuasaan tidak terbatas pada satu tempat.
2.Dalam konteks sejarah, polisentrisme komunisme menunjukkan adanya beberapa pusat kekuasaan yang saling berinteraksi.
3.Penggunaan polisentrisme dalam teori sastra dapat menunjukkan kompleksitas dan keragaman dalam karya sastra tertentu.
4.Dalam konteks pendidikan, polisentrisme dapat digunakan untuk menggambarkan proses belajar yang tidak terpusat pada satu jenis media saja.
5.Dalam konteks sosial, polisentrisme dapat menunjukkan adanya beberapa kelompok sosial yang saling berinteraksi dan berdampak satu sama lain.

📚 Artikel terkait kata "polisentrisme"

Mengenal Kata 'polisentrisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Polisentrisme" - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Konteks Polisentrisme

Polisentrisme adalah konsep yang berhubungan dengan teori komunisme dan peran negara dalam masyarakat. Dalam arti resmi, polisentrisme diartikan sebagai anggapan bahwa pusat komunisme tidak terbatas pada satu tempat saja, tetapi terdapat di negara komunis masing-masing. Istilah ini berasal dari kata "poli" yang berarti "banyak" dan "sentris" yang berarti "pusat". Dalam konteks historis, polisentrisme muncul sebagai reaksi terhadap teori komunisme yang dikembangkan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, yang menyatakan bahwa komunisme harus berpusat pada satu tempat untuk mencapai revolusi sosial.

Contoh Penggunaan Polisentrisme dalam Kalimat

Dalam prakteknya, polisentrisme dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Ideologi komunisme dianggap sebagai polisentrisme yang memungkinkan negara-negara komunis untuk beroperasi secara independen satu sama lain." Atau, "Dalam teori komunisme, polisentrisme dianggap sebagai cara untuk menghindari dominasi satu negara atau kelompok atas yang lain." Contoh lainnya adalah, "Dalam analisis politik, polisentrisme digunakan untuk menjelaskan bagaimana negara-negara komunis dapat berinteraksi dan berinterdependen satu sama lain."

Relevansi Polisentrisme dalam Kehidupan Sehari-Hari dan Budaya Indonesia Modern

Dalam kehidupan sehari-hari, polisentrisme dapat diartikan sebagai prinsip bahwa kekuasaan dan otoritas tidak harus terpusat pada satu tempat atau individu, tetapi dapat digunakan oleh banyak orang atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Dalam konteks budaya Indonesia modern, polisentrisme dapat diaplikasikan dalam beberapa aspek, seperti demokrasi, kebebasan berekspresi, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, polisentrisme dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses demokratisasi dan pembangunan negara.