Arti Kata "proletar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "proletar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

proletar

pro·le·tar n orang dr golongan proletariat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "proletar"

📝 Contoh Penggunaan kata "proletar" dalam Kalimat

1.Sebutan proletar sering digunakan dalam masyarakat untuk menggambarkan kehidupan pekerja yang berada di bawah lapisan ekonomi miskin.
2.Pemimpin revolusi sosialis sering kali dipimpin oleh individu yang berasal dari golongan proletar yang merasa tertindas.
3.Pada masa perekonomian kapitalis, banyak pekerja yang menjadi korban eksploitasi dan menjadi bagian dari golongan proletar.
4.Di beberapa negara, pemerintah menetapkan hukum untuk melindungi hak-hak pekerja proletar yang bekerja di sektor industri.
5.Dalam novel karya Marx, proletar digambarkan sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasaan kelas bangsawan yang kaya.

📚 Artikel terkait kata "proletar"

Mengenal Kata 'proletar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Proletar" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "proletar" memiliki makna yang sangat luas dan relevan dalam konteks sosial dan ekonomi. Dalam arti resmi, proletar merujuk pada orang-orang dari golongan proletariat, yaitu kelompok orang yang hidup dengan status ekonomi yang rendah dan harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Dalam sejarah, istilah proletar berkembang pada masa Revolusi Prancis dan Oktober Rusia, di mana proletar menjadi simbol perlawanan melawan kekuasaan kapitalis. Namun, dalam konteks modern, kata proletar memiliki makna yang lebih luas. Orang dapat menjadi proletar bukan hanya karena status ekonominya, tetapi juga karena kondisi sosial dan budayanya. Misalnya, seorang mahasiswa yang harus bekerja paruh waktu untuk membiayai kuliahnya dapat dianggap sebagai proletar karena harus menghadapi kesulitan ekonomi. Begitu pula dengan seorang pekerja yang memiliki gaji rendah dan harus bekerja dengan jam kerja panjang. Contoh penggunaan kata proletar dalam kalimat yang alami adalah: * "Di kota besar, banyak proletar yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pokoknya." * "Revolusi Oktober Rusia dipimpin oleh proletar yang ingin mengubah sistem sosial dan ekonomi." * "Sebagai proletar, aku harus berjuang untuk meningkatkan kualitas hidupku." Dalam kehidupan sehari-hari, kata proletar masih relevan dalam budaya Indonesia modern. Misalnya, dalam konteks politik, kata proletar sering digunakan untuk menggambarkan kelompok masyarakat yang paling miskin dan terpinggirkan. Begitu pula dalam konteks sosial, kata proletar digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial dan ekonomi yang sulit. Dengan demikian, kata proletar masih memiliki makna yang kuat dalam konteks modern.

Kata yang Mirip

proletariat, proletarisasi