Arti Kata "psikofisiologis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "psikofisiologis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

psikofisiologis

psi·ko·fi·si·o·lo·gis a bersangkutan dng jiwa dan badan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "psikofisiologis"

📝 Contoh Penggunaan kata "psikofisiologis" dalam Kalimat

1.Bidang psikofisiologis mempelajari hubungan antara otak dan perilaku manusia secara menyeluruh.
2.Dalam psikofisiologis, tekanan darah tinggi dapat mempengaruhi kemampuan kognitif seseorang.
3.psikofisiologis juga mempelajari bagaimana stres dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mental dan fisik.
4.Sebagai ilmu, psikofisiologis memiliki ruang lingkup yang luas dalam mengkaji aspek jiwa dan badan manusia.
5.Dalam konteks klinis, psikofisiologis diterapkan untuk mendiagnosis dan merawat penyakit mental yang kompleks.

📚 Artikel terkait kata "psikofisiologis"

Mengenal Kata 'psikofisiologis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Psikofisiologis" - Kunci Menghubungkan Jiwa dan Badan

Pada awal abad ke-20, psikofisiologis menjadi bidang ilmu yang sangat populer dalam dunia sains. Kata ini pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan berbakat, William James, untuk menjelaskan hubungan antara jiwa dan badan. Dalam arti resmi, psikofisiologis adalah bidang ilmu yang mempelajari tentang pengaruh otak terhadap perilaku dan kesehatan tubuh. Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa psikofisiologis adalah ilmu yang bersangkutan dengan jiwa dan badan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menggunakan kata psikofisiologis untuk menggambarkan fenomena yang kompleks. Misalnya, ketika kita merasakan stres dan depresi, kita dapat mengatakan bahwa kondisi tersebut mempengaruhi keseimbangan psikofisiologis kita. Atau, ketika kita belajar tentang cara mengelola stress dengan teknik pernapasan, kita dapat mengatakan bahwa teknik tersebut dapat meningkatkan kestabilan psikofisiologis kita. Dalam budaya Indonesia modern, psikofisiologis juga memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, ketika kita mengalami kekecewaan dalam hubungan, kita dapat mengatakan bahwa kondisi tersebut mempengaruhi emosi psikofisiologis kita. Atau, ketika kita mengalami kesulitan dalam belajar, kita dapat mengatakan bahwa kondisi tersebut mempengaruhi kualitas psikofisiologis kita. Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa psikofisiologis adalah ilmu yang sangat penting dalam membantu kita memahami diri sendiri dan mengelola kondisi kita dengan lebih baik. Dengan memahami makna psikofisiologis, kita dapat memiliki pengenalan yang lebih baik tentang bidang ilmu yang sangat penting ini. Dengan demikian, kita dapat menggunakan pengetahuan psikofisiologis untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan jiwa kita.