Arti Kata "puaka" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "puaka" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

puaka

pu·a·ka n demit (hantu penunggu): -- air, -- tanah, -- hutan, dsb;
ber·pu·a·ka 1 v ada hantu penunggunya; berhantu; 2 a ki sakti: kamar gelap yg ~; keris itu ~ , jangan dipermain-mainkan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "puaka"

📝 Contoh Penggunaan kata "puaka" dalam Kalimat

1.Pulau itu dikenal sebagai sebuah tempat yang berpuaka karena banyak kejadian yang menakutkan.
2.Kamarnya gelap dan berpuaka, jadi aku tidak ingin tidur di sana.
3.Legenda menyebutkan bahwa air sungai itu berpuaka dan tidak boleh diminum oleh siapa pun.
4.Masyarakat setempat percaya bahwa hutan itu berpuaka dan tidak boleh dikenal oleh manusia.
5.Seorang paranormal menyatakan bahwa rumah itu berpuaka dan memerlukan ritual untuk membersihkannya.

📚 Artikel terkait kata "puaka"

Mengenal Kata 'puaka' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Puaka" - Makna dan Kaitannya dengan Hantu Penunggu

Kata "puaka" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis dan sosial, kata ini telah digunakan selama berabad-abad untuk menggambarkan kehadiran hantu penunggu di berbagai tempat, seperti air, tanah, hutan, dan lain-lain. Puaka adalah konsep yang sangat umum dalam kebudayaan Indonesia, terutama di daerah-daerah pedesaan. Puaka seringkali diidentikkan dengan kehadiran makhluk halus yang diyakini memiliki kekuatan supernatural. Dalam beberapa kalimat, kata puaka dapat digunakan untuk memperkuat makna, seperti dalam pernyataan "air itu ber**puaka**," yang berarti air tersebut memiliki kehadiran hantu penunggu. Contoh lain adalah "makanan itu ber**puaka**, jangan makan sendirian," yang menunjukkan bahwa makanan tersebut dianggap memiliki kekuatan supernatural. Dalam kehidupan sehari-hari, kata puaka dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam pernyataan "ini adalah kamar yang sangat **puaka**," yang berarti kamar tersebut sangat gelap dan mungkin memiliki kehadiran hantu. Contoh lain adalah "keris ini sangat **puaka**, jangan dipermainkan." Dalam beberapa kasus, kata puaka juga digunakan untuk menggambarkan tempat-tempat yang dianggap memiliki kekuatan supernatural, seperti "hutan yang sangat **puaka**." Dalam budaya Indonesia modern, kata puaka masih digunakan dalam konteks yang lebih simbolis. Misalnya, dalam film-film Indonesia, kata puaka seringkali digunakan untuk menggambarkan kehadiran makhluk halus yang memiliki kekuatan supernatural. Dalam beberapa kasus, kata puaka juga digunakan dalam konteks yang lebih metafisik, seperti dalam pernyataan "kehidupan ini ber**puaka**," yang berarti kehidupan ini memiliki kehadiran hantu penunggu yang tak terlihat.