Arti Kata "puasa sunah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "puasa sunah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

puasa sunah

puasa yang tidak diwajibkan, tetapi dianjurkan (msl puasa Syawal, yaitu puasa enam hari dalam bulan Syawal puasa pada hari Senin dan Kamis)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "puasa sunah"

📝 Contoh Penggunaan kata "puasa sunah" dalam Kalimat

1.Pada hari Senin dan Kamis, saya melakukan puasa sunah selama bulan Syawal ini.
2.Ustad mengajarkan tentang pentingnya melakukan puasa sunah untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan.
3.puasa sunah adalah salah satu cara untuk menambahkan amal kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah.
4.Pada bulan Syawal, umat Islam melakukan puasa sunah selama enam hari, yaitu pada hari Senin dan Kamis.
5.Menurut ajaran agama, puasa sunah dapat meningkatkan keimanan dan kebaikan hati, serta memperkuat ikatan dengan Allah.

📚 Artikel terkait kata "puasa sunah"

Mengenal Kata 'puasa sunah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Puasa Sunah" - Inspirasi dan Motivasi

Puasa sunah merupakan salah satu konsep yang sangat penting dalam agama Islam. Secara harfiah, kata "sunah" berarti "perbuatan yang dianjurkan", dan dalam konteks ini, puasa sunah merujuk pada perbuatan puasa yang tidak diwajibkan, tetapi dianjurkan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW. Puasa sunah memiliki sejarah panjang dan telah menjadi bagian dari kehidupan umat Islam. Konsep ini lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT. Puasa sunah juga dapat diartikan sebagai pelengkap dari puasa wajib yang telah diwajibkan kepada umat Islam. Dengan demikian, puasa sunah menjadi salah satu cara untuk meningkatkan iman dan taqwa. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "puasa sunah" dalam kalimat yang alami: * "Saya berencana untuk melakukan puasa sunah pada hari Senin dan Kamis di bulan Syawal sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT." * "Puasa sunah dapat membantu meningkatkan kualitas ibadah dan meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT." * "Saya telah melakukan puasa sunah selama seminggu terakhir dan merasakan perubahan positif dalam diri saya." Puasa sunah memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, puasa sunah telah menjadi salah satu fenomena yang sangat populer di kalangan umat Islam. Banyak orang yang melakukan puasa sunah sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT dan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Dengan demikian, puasa sunah menjadi salah satu konsep yang sangat penting dalam agama Islam dan memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.