Arti Kata "radah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "radah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

radah

ra·dah, me·ra·dah v menebang sampai habis; meredah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "radah"

📝 Contoh Penggunaan kata "radah" dalam Kalimat

1.Pemuda itu harus meredah hutan yang sangat lebat untuk mencapai sumber air.
2.Rakyat setempat harus meradah kebun sawah yang telah rusak akibat banjir.
3.Pada masa penjajahan, pemerintah harus meradah hutan untuk membuat jalan raya.
4.Sebagai aturan, kita harus meredah selokan untuk menghindari banjir saat hujan.
5.Pada zaman dahulu, masyarakat harus meredah sungai untuk mencapai tempat yang lebih tinggi.

📚 Artikel terkait kata "radah"

Mengenal Kata 'radah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "radah" - Menebang Sampai Habis dalam Bahasa Indonesia

Kata "radah" sering digunakan dalam berbagai konteks, namun apa maknanya secara umum? Sejarahnya, kata ini berasal dari kata dasar "radah" yang berarti menebang sampai habis atau meredah. Dalam konteks sosial, kata ini sering digunakan dalam beberapa situasi, seperti ketika seseorang menebang pohon sampai habis atau meredah hutan untuk mencari sumber air. Dalam bahasa sehari-hari, kata "radah" sering digunakan dalam berbagai kalimat. Misalnya, seseorang bisa mengatakan "radah pohon itu sampai habis" atau "saya radah hutan untuk mencari air". Dalam konteks lain, kata ini juga bisa digunakan dalam kalimat seperti "saya akan radah semua kesulitan untuk mencapai tujuan saya". Kata "radah" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika seseorang menebang pohon untuk membangun rumah, maka kata ini digunakan untuk menggambarkan proses menebang sampai habis. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini juga bisa digunakan dalam konteks sosial, seperti ketika seseorang menebang stigma sosial untuk mencapai kesuksesan.