Arti Kata "rangda" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rangda" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rangda

rang·da ? randa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rangda"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "rangda" dalam Kalimat

1.Dalam mitologi Bali, rangda adalah ibu jari penjajah yang dikenal sebagai penguasa kegelapan.
2.Pewayangan Jawa menggambarkan rangda sebagai sosok ibu yang tidak adil dan sombong.
3.Dalam beberapa kesempatan, istilah "rangda" digunakan sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasaan penjajah.
4.Dalam ilmu filsafat, rangda sering dihubungkan dengan konsep kebencian dan ketakutan yang tidak terkalahkan.
5.Penggunaan kata "rangda" dalam konteks budaya juga mengandung makna tentang kekuatan supernatural yang tak terkalahkan.

πŸ“š Artikel terkait kata "rangda"

Mengenal Kata 'rangda' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Rangda" - Makna dan Relevansi dalam Budaya Indonesia

Kata "rangda" seringkali disebut-sebut dalam konteks budaya dan tradisi Indonesia, terutama di Bali. Dalam arti resmi, "rangda" berasal dari kata "rangΒ·da? randa", yang merupakan sebutan untuk dewi kematian atau roh jahat dalam agama Hindu dan Buddha di Indonesia. Dalam mitologi Bali, rangda digambarkan sebagai seorang wanita cantik yang memiliki kekuatan sihir dan dapat menghantui orang-orang yang tidak patuh terhadap nilai-nilai keagamaan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "rangda" seringkali digunakan dalam konteks yang berbeda. Misalnya, dalam kalimat "Rumah itu dikatakan dihantui oleh rangda", orang-orang berarti bahwa rumah tersebut dipercaya memiliki roh jahat yang mengganggu. Atau dalam kalimat "Pemuda itu percaya bahwa rangda akan menghantui jika dia tidak melakukan upacara adat", orang-orang berarti bahwa pemuda tersebut percaya bahwa dia akan mengalami nasib buruk jika tidak melakukan sesuatu yang dianggap penting dalam tradisi. Namun, dalam budaya Indonesia modern, konsep rangda telah berkembang menjadi simbol yang lebih kompleks. Banyak orang menganggap rangda sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang tidak adil, atau sebagai simbol kekuatan wanita yang tidak boleh diabaikan. Dalam konteks ini, kata "rangda" tidak lagi hanya terkait dengan keagamaan atau tradisi, tetapi juga dengan kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai sosial. Dengan demikian, rangda menjadi simbol yang lebih relevan dan menarik, yang dapat dipahami oleh orang-orang dari berbagai latar belakang.