Arti Kata "gondong" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gondong" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gondong

gon·dong n beguk; banguk

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gondong"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "gondong" dalam Kalimat

1.Di dalam kamus bahasa Indonesia, gondong diartikan sebagai beguk atau banguk, tapi saya akan menggunakan kata tersebut dalam beberapa kalimat yang menunjukkan makna atau konteks yang berbeda.
2.gondong yang terdengar di jalan itu membuatku teringat dengan kenangan masa kecil.
3.Pada hari itu, gondong tradisional dipasang di depan rumah untuk menyambut arwah leluhur.
4.Kita harus membiasakan diri dengan cara berbicara yang santun dan tidak menggunakan kata-kata kasar seperti gondong.
5.gondong yang terdengar di pagi hari itu menandakan bahwa waktu sudah siang dan sudah saatnya makan siang.

πŸ“š Artikel terkait kata "gondong"

Mengenal Kata 'gondong' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "gondong" - Inspirasi dan Motivasi

Kata gondong seringkali digunakan dalam konteks budaya dan sosial, terutama dalam arti resmi sebagai 'gonΒ·dong n beguk; banguk'. Secara umum, gondong merujuk pada suara keras dan jelas yang dihasilkan oleh suatu benda atau kegiatan. Dalam sejarah, gondong sering digunakan dalam konteks musik tradisional Indonesia, seperti gamelan, yang memiliki suara yang khas dan menarik. Dalam kehidupan sehari-hari, gondong dapat dijumpai dalam berbagai konteks. Misalnya, "Suaranya gondong di jalan, membuat kami kesulitan mendengarkan percakapan." atau "Musik tradisional memiliki gondong yang unik dan menarik." Dalam kedua contoh kalimat tersebut, gondong digunakan untuk menggambarkan suara yang keras dan jelas. Dalam budaya Indonesia modern, gondong masih relevan dan digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Misalnya, dalam konteks musik, gondong digunakan untuk menggambarkan suara gitar yang keras dan menarik. Dalam konteks sosial, gondong digunakan untuk menggambarkan suara yang tidak diinginkan, seperti suara keributan di jalan raya. Dengan demikian, gondong tetap menjadi kata yang relevan dan penting dalam kehidupan sehari-hari.