Arti Kata "rangkik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rangkik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rangkik

rang·kik n siput laut, Canus;
-- belang sawah siput yg kulitnya berbelang-belang; -- rintik siput yg kulitnya berbintik-bintik

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rangkik"

📝 Contoh Penggunaan kata "rangkik" dalam Kalimat

1.Dalam kebun, banyak siput laut yang berwarna belang-belang, seperti rangikik.
2.Rangikik adalah salah satu hewan laut yang menjadi sumber makanan bagi beberapa spesies ikan.
3.Sedang berenang di laut, aku melihat seekor rangikik kecil yang sedang berlari.
4.Siput laut dengan kulit belang-belang itu dikenal sebagai rangikik oleh para peneliti laut.
5.Dalam bukunya, pengarang menggambarkan kehidupan rangikik di dasar laut yang indah.

📚 Artikel terkait kata "rangkik"

Mengenal Kata 'rangkik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Rangkik" - Kunci untuk Mengenal Siput Laut dan Siput Sawah

Kata "rangkik" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan jenis siput laut dan siput sawah yang memiliki ciri khas kulit berbelang-belang atau berbintik-bintik. Kata ini memiliki makna yang kaya dan relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks ekologi dan biologi.

Rangkik dalam Konteks Sejarah dan Sosial

Pada masa lalu, kata "rangkik" sering digunakan oleh masyarakat pedesaan untuk menggambarkan siput laut dan siput sawah yang hidup di lingkungan mereka. Siput laut "rangkik" memiliki kulit yang berbelang-belang, sedangkan siput sawah memiliki kulit yang berbintik-bintik. Dengan demikian, kata "rangkik" menjadi simbol perpaduan alam dan keberagaman flora dan fauna di Indonesia.

Penggunaan Kata "Rangkik" dalam Kalimat

Kata "rangkik" sering digunakan dalam kalimat dalam konteks alami, seperti: "Siput laut yang berwarna merah dan berbelang-belang dikenal sebagai rangkik". "Siput sawah yang hidup di sawah kami memiliki kulit yang berbintik-bintik, namun tidak bisa kita sebutkan sebagai rangkik karena tidak memiliki ciri khas tersebut". "Kami biasanya menggali tanah untuk mencari rangkik yang bersembunyi di dalamnya".

Rangkik dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "rangkik" memiliki makna yang lebih luas, yaitu sebagai simbol perpaduan alam dan keberagaman. Dengan demikian, kata "rangkik" dapat dihubungkan dengan konsep ekologi dan biologi, serta keberagaman flora dan fauna di Indonesia. Dalam konteks ini, kata "rangkik" dapat diartikan sebagai simbol keindahan alam dan kesadaran lingkungan. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "rangkik" memiliki makna yang kaya dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna dan penggunaan kata "rangkik", kita dapat meningkatkan kesadaran kita terhadap ekologi dan biologi, serta keberagaman flora dan fauna di Indonesia.