Arti Kata "rejeh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rejeh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rejeh

re·jeh /réjéh/ a merah dan berair pd pelupuk mata bagian dalam; belengset

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rejeh"

📝 Contoh Penggunaan kata "rejeh" dalam Kalimat

1.Penggunaan obat untuk mengobati rejeh mata sangat penting agar tidak menimbulkan infeksi.
2.Ibu mencuci mata anaknya setelah rejeh mata akibat bermain di luar rumah.
3.Dokter menyarankan penggunaan kacamata khusus untuk melindungi mata dari rejeh akibat paparan sinar matahari.
4.rejeh mata adalah salah satu penyakit mata yang umum terjadi pada anak-anak karena tidak menjaga kebersihan mata.
5.Setelah menggunakan obat, mata anaknya kembali normal dan tidak terlihat rejeh lagi.

📚 Artikel terkait kata "rejeh"

Mengenal Kata 'rejeh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Rejeh" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "rejeh" sering kali digunakan dalam konteks medis untuk menggambarkan kondisi mata yang tidak normal. Namun, apakah Anda tahu bahwa kata ini memiliki makna yang lebih luas dan kompleks? Dalam arti resmi, rejeh atau "re·jeh /réjéh/ a merah dan berair pd pelupuk mata bagian dalam; belengset" menunjukkan kondisi mata yang tidak sehat dan memerlukan perawatan. Dalam sejarah, kata "rejeh" telah digunakan dalam konteks budaya dan sosial. Di masa lalu, rejeh sering kali dihubungkan dengan kekuatan spiritual dan supernatural. Orang-orang percaya bahwa rejeh dapat menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam diri seseorang. Dalam konteks ini, rejeh menjadi simbol kekuatan yang tidak dapat diatasi. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, rejeh lebih sering dihubungkan dengan kondisi mata yang tidak sehat. Anda mungkin pernah mengalami rejeh karena terlalu lama memandang layar komputer atau smartphone. Dalam kasus seperti ini, rejeh dapat menjadi sinyal bahwa Anda perlu mengambil break dan melihat ke dalam diri sendiri. Berikut beberapa contoh penggunaan kata rejeh dalam kalimat yang alami: - Saya harus pergi ke dokter karena saya mengalami rejeh selama beberapa hari terakhir. - Setelah memandang layar komputer selama beberapa jam, saya merasa rejeh dan perlu mengambil break. Dalam budaya Indonesia modern, rejeh masih memiliki makna yang penting. Banyak orang percaya bahwa rejeh dapat menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam diri seseorang. Dalam konteks ini, rejeh menjadi simbol kekuatan yang tidak dapat diatasi. Namun, dengan pengetahuan dan teknologi yang lebih maju, kita dapat mengatasi rejeh dengan lebih efektif dan efisien.