Arti Kata "renggang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "renggang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

renggang

1reng·gang a 1 ada celahnya (antaranya, sela-selanya); tidak rapat: mereka disuruhnya berjajar agak -- sedikit; 2 kurang erat (tt persahabatan dsb): perkara itu menyebabkan hubungan antara kedua negara itu semakin --;
me·reng·gang v menjadi renggang: hubungan yg mulai ~;
me·reng·gangi v menjauhi (supaya renggang): ia berusaha ~ sahabat lamanya;
me·reng·gang·kan v 1 menjadikan (menyebabkan) renggang: ~ persahabatan; 2 menjarangkan: ~ kelahiran;
reng·gang·an n 1 hasil merenggangkan; 2 celah; antara;
pe·reng·gang n sesuatu yg merenggangkan;
~ wak·tu n perintang waktu;
mem·pe·reng·gang v menjadikan lebih renggang; merenggangkan;
ke·reng·gang·an n perihal renggang: ~ yg sukar dirapatkan kembali;
pe·reng·gang·an n proses, cara, perbuatan merenggang atau merenggangkan

2reng·gang Plb v, me·reng·gang ga·wai v memerkosa perempuan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "renggang"

📝 Contoh Penggunaan kata "renggang" dalam Kalimat

1.Hubungan antara kedua negara itu semakin renggang setelah terjadinya konflik.
2.Para peserta harus berdiri berjajar agak renggang agar lebih mudah diatur.
3.Perkara itu menyebabkan hubungan antara kedua rekan kerja itu semakin renggang dan sulit untuk diperbaiki.
4.Dalam proses pembentukan pemerintahan baru, ada beberapa hal yang dapat merenggangkan hubungan antar partai.
5.Keterisolasian di tengah hutan akhirnya menyebabkan jalan yang renggang antara dua hutan menjadi semakin sulit dilalui.

📚 Artikel terkait kata "renggang"

Mengenal Kata 'renggang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Renggang" - Bahasa yang Menceritakan Kehidupan

Kata "renggang" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Secara harfiah, "renggang" berarti ada celah atau tidak rapat. Namun, dalam konteks sosial dan budaya, kata ini lebih sering digunakan untuk menggambarkan hubungan yang semakin longgar atau tidak erat. Dalam sejarah, kata "renggang" juga digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial yang tidak stabil atau tidak harmonis.

Contoh penggunaan kata "renggang" dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut: "Hubungan antara keduanya semakin renggang setelah peristiwa itu terjadi." "Dia berusaha merenggangkan persahabatan mereka untuk menghindari pertengkaran." "Kondisi ekonomi negara ini semakin renggang karena inflasi yang tinggi."

Di dalam kehidupan sehari-hari, kata "renggang" sangat relevan. Kita sering melihat bagaimana hubungan antara orang-orang menjadi semakin renggang karena perbedaan pendapat atau kesalahpahaman. Bahkan, dalam konteks budaya, kata "renggang" digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial yang tidak stabil atau tidak harmonis. Dalam budaya Indonesia modern, kata "renggang" juga digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam politik, ekonomi, dan sosial.

Menurut KBBI, kata "renggang" memiliki beberapa bentuk yang berbeda, seperti "me-renggang" dan "merenggangkan". Bentuk-bentuk ini digunakan untuk menggambarkan proses merenggangkan atau merenggang. Dalam konteks ini, kata "renggang" memiliki makna yang sangat luas dan dapat digunakan dalam berbagai situasi.

Contoh Kalimat yang Baik Menggunakan Kata Renggang

Contoh kalimat yang baik menggunakan kata "renggang" adalah: "Hubungan antara keduanya semakin renggang setelah peristiwa itu terjadi." Dalam contoh kalimat ini, kata "renggang" digunakan untuk menggambarkan kondisi hubungan yang semakin longgar atau tidak erat.

Arti Lain Kata Renggang

Menurut KBBI, kata "renggang" juga memiliki arti lain, seperti "memerkosa perempuan". Dalam konteks ini, kata "renggang" digunakan untuk menggambarkan tindakan yang sangat tidak etis dan melanggar hukum.