Arti Kata "ruhbaniat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ruhbaniat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ruhbaniat

ruh·ba·ni·at a tt hidup mengasingkan diri tidak kawin dsb, spt pastor; wadat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ruhbaniat"

📝 Contoh Penggunaan kata "ruhbaniat" dalam Kalimat

1.Pendidik agama perlu memahami konsep ruhbaniat dalam Islam untuk memberikan pengajaran yang tepat.
2.Pemuka agama tersebut harus memilih antara ruhbaniat atau menikah dan memiliki keluarga.
3.Pengamat mengatakan bahwa ruhbaniat tidak hanya diwarisi dari agama Kristen, tetapi juga dari tradisi keagamaan lainnya.
4.Para ahli perbandingan agama sering kali mempelajari ruhbaniat dalam konteks agama-agama monoteistik.
5.Dalam beberapa kebudayaan, ruhbaniat dianggap menjadi sumber kekuatan spiritual dan kebijaksanaan.

📚 Artikel terkait kata "ruhbaniat"

Mengenal Kata 'ruhbaniat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ruhbaniat" - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Makna Ruhbaniat

Ruhbaniat adalah kata yang berasal dari bahasa Arab, dengan makna ruh (jiwa) dan ba'niat (niat atau keputusan). Dalam konteks historis, ruhbaniat merujuk pada keputusan seseorang untuk hidup mengasingkan diri, tidak menikah, dan fokus pada ibadah dan pengembangan diri spiritual. Ini mirip dengan konsep pastor dalam agama Kristen, yang juga mengabdikan diri pada pelayanan Tuhan.

Contoh Penggunaan Kata Ruhbaniat

Kata ruhbaniat sering digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Misalnya, "Ia memilih untuk menjadi ruhbaniat, meninggalkan kehidupan dunia untuk fokus pada ibadah." Atau, "Ruhbaniat yang tinggal di desa tersebut dikenal karena kemampuan meditasi dan pengembangan dirinya."

Relevansi Ruhbaniat dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ruhbaniat masih relevan. Banyak orang yang ingin meninggalkan kehidupan materialistik untuk fokus pada kehidupan spiritual. Mereka ingin mengembangkan diri, meningkatkan kesadaran, dan menjadi lebih dekat dengan Tuhan. Dalam budaya Indonesia modern, ruhbaniat sering diidentifikasi dengan konsep wadat, yaitu seseorang yang mengabdikan diri pada pelayanan dan pengembangan masyarakat.