Arti Kata "sadang" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sadang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
sadang
1sa·dang, -- sading n tirai atau tabir pelaminan
2sa·dang n kayu jati yg tumbang melintangi sungai dan jurang, yg dipercayai oleh sebagian orang apabila untuk bahan bangunan rumah akan menimbulkan kesengsaraan bagi penghuni rumah itu
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sadang"
📝 Contoh Penggunaan kata "sadang" dalam Kalimat
📚 Artikel terkait kata "sadang"
Mengenal Kata 'sadang' - Inspirasi dan Motivasi
Mengenal Kata "Sadang" - Inspirasi dan Motivasi
Di dalam bahasa Indonesia, kata sadang memiliki dua makna yang berbeda. Pertama, sadang adalah tirai atau tabir pelaminan yang biasanya digunakan dalam tradisi perkawinan atau upacara adat lainnya. Kedua, sadang juga merujuk pada kayu jati yang tumbang melintangi sungai dan jurang, dan dipercayai oleh sebagian orang bahwa jika digunakan sebagai bahan bangunan rumah, akan menimbulkan kesengsaraan bagi penghuni rumah itu.
Contoh penggunaan kata sadang dalam kalimat yang alami adalah: "Pada hari pernikahan, pelaminan dihiasi dengan tirai sadang yang cantik dan elegan." Atau, "Pemilik rumah tersebut merasa khawatir karena menggunakan kayu sadang sebagai bahan bangunan, karena dipercayai dapat menimbulkan kesengsaraan bagi keluarganya."
Relevansi kata sadang dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern dapat dilihat dalam tradisi dan adat istiadat masyarakat. Misalnya, dalam upacara perkawinan, tirai sadang masih digunakan sebagai simbol kesucian dan kebersamaan antara pasangan suami-istri. Selain itu, penggunaan kayu sadang sebagai bahan bangunan juga masih dipertimbangkan oleh sebagian masyarakat, meskipun dipercayai dapat menimbulkan kesengsaraan.