Arti Kata "sakit menimpa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sakit menimpa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sakit menimpa

Peribahasa sesudah terlanjur (terjadi), menyesal tidak ada gunanya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sakit menimpa"

📝 Contoh Penggunaan kata "sakit menimpa" dalam Kalimat

1.sakit menimpa kami setelah kami sudah membeli tiket pesawat ke destinasi liburan.
2.Ternyata rambutnya sudah kusut, sakit menimpa anakku yang ingin berpartisipasi dalam pesta ulang tahun temannya.
3.Kami telah merencanakan pernikahan dengan sangat baik, namun sakit menimpa kami ketika hari H tiba.
4.Ketika saya baru saja menyelesaikan proyek saya, sakit menimpa saya dengan masalah teknis yang tidak terduga.
5.sakit menimpa tim sepak bola kami saat mereka kalah dengan skor yang sangat tinggi di pertandingan penting.

📚 Artikel terkait kata "sakit menimpa"

Mengenal Kata 'sakit menimpa' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sakit Menimpa" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "sakit menimpa" adalah peribahasa Indonesia yang digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang telah mencapai titik tidak pulih kembali dari kesalahan atau keadaan yang tidak diinginkan. Berasal dari kata "sakit" yang berarti merasa sakit atau menderita, dan "menimpa" yang berarti menjangkau atau menyebar, peribahasa ini sering digunakan untuk mengingatkan kita bahwa terkadang, sudah terlambat untuk menyesal atas kesalahan yang telah dilakukan. Peribahasa "sakit menimpa" memiliki konteks sosial yang kuat dalam budaya Indonesia. Dalam sejarah, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan kesulitan hidup yang dialami oleh rakyat Indonesia, terutama selama masa penjajahan Belanda. Dalam kondisi yang sangat sulit, rakyat Indonesia harus menghadapi tantangan dan kesulitan yang tidak terduga, sehingga peribahasa "sakit menimpa" menjadi sebuah simbol kekuatan dan kekebalan mereka dalam menghadapi tantangan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "sakit menimpa" dalam kalimat yang alami: - "Setelah saya terlambat membayar utang, saya merasa sakit menimpa, karena sekarang saya harus membayar bunga yang mahal." - "Ketika saya mengetahui bahwa saya tidak lulus ujian, saya merasa sakit menimpa, karena saya telah menghabiskan banyak waktu dan uang untuk belajar." - "Setelah saya melihat kejadian bencana alam, saya merasa sakit menimpa, karena saya tahu bahwa banyak orang telah kehilangan rumah dan keluarga mereka." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sakit menimpa" masih relevan dan sering digunakan dalam berbagai konteks. Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa ini digunakan untuk mengingatkan kita bahwa kesalahan atau keadaan yang tidak diinginkan dapat terjadi kapan saja, dan kita harus siap menghadapinya dengan kekuatan dan kekebalan. Dengan demikian, peribahasa "sakit menimpa" tetap menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk selalu siap menghadapi tantangan dan kesulitan yang mungkin timbul.