Arti Kata "salah asuhan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "salah asuhan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

salah asuhan

kurang baik didikannya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "salah asuhan"

📝 Contoh Penggunaan kata "salah asuhan" dalam Kalimat

1.Seorang guru mengaku bahwa sistem pendidikan di negara ini masih perlu diperbaiki karena banyak anak didik yang mengalami salah asuhan.
2.Karena terlalu fokus pada prestasi akademis, anak-anak sering kali mengalami salah asuhan yang dapat menyebabkan stres dan kelelahan.
3.salah asuhan yang dialami oleh anak yatim piatu dapat menyebabkan mereka merasa tidak memiliki harapan dan masa depan yang cerah.
4.Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah harus memperhatikan aspek-aspek seperti kurikulum, metode pembelajaran, dan tidak lupa mengatasi masalah salah asuhan yang terjadi di sekolah.
5.Dalam novel tersebut, karakter utama mengalami salah asuhan yang dapat menyebabkan ia memiliki trauma dan kesulitan dalam mengembangkan hubungan dengan orang lain.

📚 Artikel terkait kata "salah asuhan"

Mengenal Kata 'salah asuhan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Salah Asuhan" dalam Bahasa Indonesia

Kata "salah asuhan" memiliki makna yang sangat penting dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini berarti "kurang baik didikannya". Asal-usul kata ini terkait dengan konsep pendidikan, di mana guru atau orang tua harus memberikan asuhan atau penjagaan yang baik kepada anak-anak mereka. Namun, jika tidak dilakukan dengan baik, maka hasilnya adalah anak yang tidak terdidik dengan baik, atau yang lebih dikenal sebagai "salah asuhan".

Contoh Penggunaan Kata "Salah Asuhan"

Kata "salah asuhan" sering digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam kalimat berikut: "Anaknya menjadi tidak terdidik karena orang tuanya tidak memberikan asuhan yang baik." atau "Siswa tersebut tidak lulus ujian karena tidak mendapatkan asuhan yang tepat dari guru." Dalam kedua contoh kalimat tersebut, kata "salah asuhan" digunakan untuk menggambarkan situasi di mana anak atau siswa tidak terdidik dengan baik karena tidak mendapatkan asuhan yang tepat.

Relevansi Kata "Salah Asuhan" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "salah asuhan" memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, banyak orang tua dan guru yang masih memahami pentingnya asuhan yang baik dalam mendidik anak-anak mereka. Oleh karena itu, kata "salah asuhan" menjadi sangat penting dalam membantu kita memahami situasi di mana anak-anak tidak terdidik dengan baik, dan bagaimana kita dapat mengatasi masalah tersebut. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa anak-anak kita menjadi generasi yang lebih terdidik dan siap menghadapi tantangan masa depan.