Arti Kata "saluk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "saluk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

saluk

sa·luk Mk n 1 destar; 2 kain ikat kepala (dipakai oleh penghulu adat atau pengantin laki-laki);
ber·sa·luk v memakai destar; berkain ikat kepala: penghulu adat itu tidak pernah lupa - jika bepergian

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "saluk"

📝 Contoh Penggunaan kata "saluk" dalam Kalimat

1.Penghulu adat yang menghadiri upacara pernikahan memakai saluk sebagai simbol jabatannya.
2.Mereka saluk sebelum berziarah ke makam leluhur sebagai tanda hormat.
3.Ia tidak pernah lupa saluk sebelum menghadiri pertemuan adat tradisional.
4.Pengantin laki-laki diharapkan mengepak saluk sebagai tanda kesucian dalam pernikahan.
5.Sekalipun sudah tua, ayahnya masih selalu memakai saluk saat berziarah ke makam istri yang telah meninggal.

📚 Artikel terkait kata "saluk"

Mengenal Kata 'saluk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Saluk" - Kain Ikat Kepala Tradisional

Kata "saluk" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks sejarah dan budaya, saluk merujuk pada kain ikat kepala yang dipakai oleh penghulu adat atau pengantin laki-laki. Kain ini memiliki peran penting dalam tradisi dan adat istiadat masyarakat Indonesia. Dalam praktiknya, saluk sering digunakan sebagai simbol status sosial dan kehormatan. Karena itu, penggunaan saluk harus tepat dan tidak sembarangan. Penggunaan saluk juga dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan hormat dan kesopanan. Dalam beberapa kalimat, saluk dapat digunakan sebagai berikut: * Penghulu adat tersebut memakai saluk sebagai simbol kehormatan dan status sosialnya. * Pengantin laki-laki memilih saluk yang sesuai dengan tema pernikahannya. * Ia tidak pernah lupa memakai saluk ketika bepergian ke tempat-tempat penting. Budaya Indonesia modern masih sangat erat dengan tradisi lama, termasuk penggunaan saluk. Banyak orang yang masih memilih untuk memakai saluk dalam acara-acara penting, seperti pernikahan atau upacara tradisional. Dengan demikian, saluk masih menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia yang kaya dan beragam.